Pemerintah Beri Bantuan Hidup Rp1,25 Juta/Bulan bagi Mahasiswa Korban Bencana Sumatera
-Youtube/TVR Parlemen-
RADARTVNEWS.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menyampaikan bahwa bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak besar pada aktivitas perguruan tinggi. Sebanyak 60 kampus terdata terdampak dan proses belajar ikut terganggu karena mahasiswa serta civitas akademika harus menyesuaikan kondisi pascabencana. Pemerintah pun menyiapkan langkah penanganan untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan.
Data sementara mencatat lebih dari 18 ribu mahasiswa termasuk dalam daftar pihak yang membutuhkan dukungan. Pemerintah menilai bantuan biaya hidup diperlukan untuk menjaga keberlanjutan studi mereka yang terdampak secara sosial maupun ekonomi. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan dukungan finansial sebagai penopang kehidupan selama masa pemulihan berlangsung.
Mahasiswa akan menerima bantuan sebesar Rp1,25 juta setiap bulan. Penyaluran berlangsung selama tiga bulan dan dilakukan dalam bentuk dana tunai yang dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan keseharian. Skema ini disusun agar mahasiswa tetap dapat mengikuti kuliah sambil menata kondisi setelah bencana.
Bantuan tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga dosen yang terkena dampak. Pemerintah menetapkan dukungan biaya hidup bagi tenaga pendidik sebesar Rp4,5 juta per bulan dengan jangka penerimaan selama dua bulan. Langkah ini diharapkan memperkuat keberlangsungan kegiatan akademik di perguruan tinggi terdampak.
Total alokasi anggaran program tercatat melebihi Rp64 miliar. Data penerima bantuan masih bergerak dan pembaruan dilakukan melalui verifikasi kampus. Pemerintah memastikan pendataan dilakukan bertahap untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan nyata lapangan.
BACA JUGA:Indonesia Tegaskan Mampu Tangani Banjir Sumatra: Bantuan Asing Belum Dibutuhkan
Wamendikti Saintek Fauzan menekankan komitmen pemerintah menjaga hak pendidikan mahasiswa. Ia menyebut bantuan diberikan sebagai bentuk dukungan langsung dari negara. “Kita juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp 75.966.474.452.000,” ujarnya pada rapat Komisi X DPR di Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Direktur Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek, Fauzan Adziman menjelaskan lebih detail mengenai rincian penyaluran. Untuk mahasiswa, total nominal yang akan diterima mencapai Rp3.750.000 dalam tiga bulan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp59,375 miliar bagi 15.833 orang. Ia menyebut jumlah tersebut dapat bertambah karena proses pendataan belum sepenuhnya selesai.
Pendataan lapangan dilakukan melalui perguruan tinggi yang menyampaikan laporan berkala. Pemerintah membuka kemungkinan peningkatan kuota jika verifikasi menemukan jumlah terdampak lebih besar dari perhitungan awal. Hal ini bertujuan agar bantuan tidak hanya terserap tetapi benar-benar tepat sasaran.
Untuk dosen, sebanyak 554 orang terkonfirmasi sebagai penerima manfaat. Mereka akan memperoleh total Rp9 juta selama dua bulan, dengan anggaran Rp4,986 miliar. Pemerintah berharap dukungan ini dapat meringankan beban hidup tenaga pendidik selama proses pemulihan berlangsung.
Mulai Januari 2026, pemerintah juga menyiapkan rangkaian program lanjutan sebagai upaya pemulihan jangka menengah. Fokus utamanya diarahkan pada keberlanjutan pembelajaran, pemulihan fasilitas, dan peningkatan dukungan psikososial. Serangkaian langkah disusun agar kampus terdampak dapat kembali pulih secara bertahap.
BACA JUGA:Airbus A400 TNI AU Bawa 24 Ton Bantuan untuk Aceh
Tujuh aksi pemulihan pendidikan yang akan dijalankan terdiri dari:
1. Pengadaan dapur umum di kampus terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
