BANNER HEADER DISWAY HD

Jerit Warga di Perbatasan Thailand-Kamboja, Darah Sipil Menetes di Bayangan Kuil Kuno

Jerit Warga di Perbatasan Thailand-Kamboja, Darah Sipil Menetes di Bayangan Kuil Kuno

Perang di perbatasan Thailand dan Kamboja Akibatkan Warga Sipil Tewas -Foto : Tangkapan Layar-

RADARTVNEWS.COM -  Pagi itu, Kamis, 24 Juli 2025, seharusnya menjadi hari biasa bagi warga di perbatasan Thailand dan Kamboja. Namun, dentuman artileri dan raungan jet tempur memecah sunyi, mengubah keseharian menjadi neraka yang menelan korban tak berdosa. Sedikitnya 11 warga sipil tewas dan 14 lainnya luka-luka dalam bentrokan bersenjata yang kembali meletup, mengirimkan gelombang kecemasan di sepanjang garis sengketa yang tak pernah padam.

Konflik ini bukan hal baru. Berakar dari sengketa wilayah puluhan tahun, terutama di sekitar Kuil Preah Vihear—situs Warisan Dunia UNESCO yang jadi saksi bisu ketegangan—api permusuhan kembali berkobar. Kali ini, eskalasi mencapai puncaknya setelah kedua negara menurunkan level hubungan diplomatik, menyiratkan bahwa ketegangan sudah di ambang batas.

Jeritan di Tengah Pertempuran

Kengerian itu nyata. Militer Thailand mengonfirmasi serangan udara ke wilayah Kamboja, sementara Kementerian Pertahanan Kamboja melaporkan jet tempur Thailand menjatuhkan bom dekat Kuil Preah Vihear. Balasan tak terhindarkan, artileri Kamboja menghantam wilayah Thailand.

"Kami melaporkan tiga warga sipil lainnya, termasuk seorang anak laki-laki berusia lima tahun, mengalami luka serius akibat tembakan artileri dari wilayah Kamboja yang mengenai permukiman di Provinsi Surin," ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, dikutip dari France24. Pernyataan itu menegaskan, pertempuran berkecamuk di sedikitnya enam titik panas, termasuk kompleks candi kuno Ta Muen Thom.

BACA JUGA:Benjamin Netanyahu Batal Hadiri Sidang Kasus Korupsi Karena Keracunan Makanan Basi

Baik Thailand maupun Kamboja saling menuding sebagai pemicu tembakan pertama. Ketidakjelasan ini kian memperkeruh suasana, seolah menambah bensin pada bara api yang tak kunjung padam, menghambat upaya damai yang seharusnya jadi prioritas.

Ancaman di Balik Negosiasi


Salah satu pasukan yang berjaga di perbatasan Thailand dan Kamboja-Foto : Tangkapan Layar-

Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, mengutuk keras serangan yang menargetkan warga sipil. "Belum ada deklarasi perang resmi, dan konflik ini belum menyebar ke provinsi lain. Namun, kami menekankan bahwa gencatan senjata adalah langkah pertama yang harus diambil sebelum kedua negara dapat membuka jalur negosiasi," tegasnya.

Tapi bagi warga sipil di perbatasan, negosiasi terasa jauh. Rekaman siaran langsung di media sosial menunjukkan kepanikan. Warga di sisi Thailand berlarian meninggalkan rumah, mencari perlindungan di bunker beton. Suara ledakan terdengar berulang kali sejak pagi, melukiskan betapa gentingnya situasi.

Kementerian Luar Negeri Thailand telah mengeluarkan pernyataan tegas, siap mengambil semua langkah untuk mempertahankan kedaulatan dan keselamatan rakyat. Mereka bahkan mengisyaratkan peningkatan tindakan pertahanan diri jika Kamboja terus melancarkan serangan.

BACA JUGA:Baru Dipecat Putin, Eks Menteri Transportasi Rusia Roman Starovoit Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri

Masa Depan yang Tak Pasti

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait