Menjemput Ramadhan dengan Persiapan, Bukan Sekadar Harapan, Ini Amalan yang Penting Dilakukan

Menjemput Ramadhan dengan Persiapan, Bukan Sekadar Harapan, Ini Amalan yang Penting Dilakukan

Ustadz Adi Hidayat-Foto : Tangkapan Layar Youtube Suara Riang-

Hasilnya? Ia berhasil.

Ramadhan memang bulan kemudahan. Yang sulit terasa ringan jika diniatkan sungguh-sungguh.

Bahkan jika tak bisa i’tikaf penuh, ambillah sebagian. Malamnya ke masjid, siangnya bekerja. Yang penting ada kesungguhan.

5. Latihan Puasa Sejak Syakban

Jangan biarkan tubuh “kaget” saat Ramadan tiba.

Nabi Muhammad SAW memperbanyak puasa di bulan Syakban sebagai latihan. Metabolisme disiapkan, mental dibiasakan.

UAH bahkan mengisahkan dengan nada ringan tentang seorang mantan preman yang baru tobat menjelang Ramadan. Karena tak terbiasa puasa, emosinya masih meledak-ledak saat melihat rumah makan buka siang hari. Tobat memang proses, dan proses butuh pembiasaan.

Ramadan bukan perubahan instan. Ia hasil latihan.

Ramadan Butuh Agenda, Bukan Euforia

UAH mengingatkan: tanpa perencanaan, ibadah akan berantakan.

Siapkan dari sekarang:

• Target khatam berapa kali?

• Tafsir apa yang akan dipelajari?

• Program sedekah bulanan berapa?

• Apakah ada hafalan baru?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: