BANNER HEADER DISWAY HD

‘Pelangi di Mars’: Film Sci-Fi Indonesia dengan Teknologi Canggih dan Cerita Harapan untuk Bumi

‘Pelangi di Mars’: Film Sci-Fi Indonesia dengan Teknologi Canggih dan Cerita Harapan untuk Bumi

Ilustrasi--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM - Industri film Indonesia kembali menegaskan eksistensinya melalui proyek monumental berjudul ‘Pelangi di Mars’. Disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini mengusung genre fiksi ilmiah (sci-fi) yang jarang diangkat di Tanah Air. Sejak proses penggarapannya dimulai pada 2020, film ini telah menarik perhatian karena penggunaan teknologi Extended Reality (XR) dan Unreal Engine untuk menciptakan visual sejagah planet Mars yang realistis.  

Berlatar masa depan di tahun 2090 atau 2100, cerita Pelangi di Mars berkisar pada sosok gadis bernama Pelangi, lahir dan dibesarkan di Mars setelah Bumi mengalami krisis air bersih. Ia kemudian memulai petualangan bersama sejumlah robot untuk mencari mineral langka bernama Zeolit Omega yang dipercaya dapat menyelamatkan atmosfer dan air di Bumi.  

Pemain utama film ini antara lain Lutesha sebagai Pratiwi, Rio Dewanto sebagai Banyu, serta Messi Gusti sebagai Pelangi. Di konferensi pers produksi, Lutesha mengungkap bahwa pengalaman syuting dengan teknologi XR menuntut imajinasi ekstra karena sebagian besar adegan berlangsung di latar virtual tanpa set nyata yang lengkap.  

BACA JUGA:Film Animasi Tentang Keumalahayati Tengah Digarap, Angkat Sosok Pahlawan Perempuan dari Aceh

Teknologi XR dan Unreal Engine menjadi kekuatan tersendiri. Upie Guava dalam wawancaranya menyebut bahwa tim produksi ingin membawa standar visual film Indonesia ke level global dengan memadukan live-action dan animasi motion-capture. Proses syuting terbagi dua sesi utama: satu untuk animasi dan robot, satu lagi untuk adegan langsung aktor manusia.  

Meski tanggal rilis resmi belum diumumkan, film ini telah melewati proses syuting dan kini memasuki tahap akhir penyuntingan. Beberapa sumber menyebut tayangannya akan diluncurkan pada bioskop Indonesia pada 2025-2026.  

Pelangi di Mars bukan hanya sekadar film petualangan luar angkasa. Ia juga menyampaikan pesan perdamaian, kerjasama antar makhluk (manusia dan robot), dan nilai keberlanjutan, bahwa meskipun Bumi mengalami krisis, harapan dan inovasi tetap harus ada. Dengan narasi yang menyentuh dan visual yang futuristik, film ini muncul sebagai salah satu proyek paling ditunggu dalam perfilman lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: