BANNER HEADER DISWAY HD

Sanae Takaichi Siap Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang

Sanae Takaichi Siap Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang

--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM - Partai Demokrat Liberal (LDP) membuka babak baru dalam sejarah politik Jepang dengan memilih Sanae Takaichi sebagai ketua partai. Keputusan ini bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, tetapi juga menandai langkah penting menuju kemungkinan Jepang dipimpin oleh seorang perempuan untuk pertama kalinya.

Takaichi dikenal sebagai politisi berhaluan konservatif yang lama berada di lingkaran mendiang Shinzo Abe. Dalam kampanyenya, ia menekankan pentingnya memperkuat sistem keamanan nasional dan mendorong kemandirian ekonomi Jepang di tengah dinamika geopolitik Asia Timur yang semakin kompleks.

Jika resmi dilantik, Sanae Takaichi akan menjadi perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Jepang. Hal ini menjadi tonggak bersejarah di negara yang selama ini dikenal dengan struktur politik dan kepemimpinan yang didominasi laki-laki.

Takaichi lahir di Prefektur Nara pada 7 Maret 1961. Sebelum terjun ke dunia politik, ia memulai karier sebagai penulis dan penyiar. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota Majelis Rendah pada 1993 sebagai calon independen, lalu bergabung dengan LDP dan terpilih kembali sebanyak sembilan kali sepanjang kariernya.

BACA JUGA:PM Jepang Shigeru Ishiba Mundur Usai 11 Bulan Menjabat, LDP Gelar Pemilihan Kepemimpinan Darurat

Dalam pemilihan ketua LDP yang digelar Sabtu (4/10), Takaichi berhasil menyalip unggulan awal, Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi. Ia menang tipis di putaran kedua dengan selisih 29 suara, setelah pemilihan dipercepat menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba pada September lalu.

Sebagai ketua baru LDP, Takaichi otomatis menjadi calon kuat perdana menteri ke-104 Jepang. Ia akan memimpin hingga September 2027 untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Ishiba, sekaligus mempersiapkan partainya menghadapi pemilu berikutnya.

Namun, tantangan besar menanti di depan. LDP kini tidak lagi memegang mayoritas di parlemen, sementara mitra koalisinya, Komeito, lebih condong pada posisi moderat dibanding Takaichi yang berhaluan keras. Kondisi ini berpotensi memengaruhi stabilitas pemerintahan di awal masa kepemimpinannya.

Selain itu, Takaichi juga menghadapi warisan politik pasca era Abe, termasuk tudingan penyalahgunaan dana kampanye di tubuh LDP. Ia dituntut untuk menata ulang citra partai yang sempat tercoreng oleh berbagai skandal politik dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:Nyaris 100 Ribu Orang! Jepang Jadi Negara dengan Jumlah Centenarian Terbanyak

Mantan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi itu dikenal sebagai figur konservatif garis keras yang sejalan dengan pandangan politik Shinzo Abe. Ia berulang kali menekankan pentingnya penguatan pertahanan, keamanan ekonomi, serta kebijakan tegas terkait migrasi dan ketahanan pangan nasional.

Dalam pidato kemenangannya, Takaichi menegaskan komitmennya untuk bekerja keras membangun kembali partainya. “Semua anggota parlemen LDP harus bekerja — bekerja seperti kuda. Saya akan menyingkirkan konsep keseimbangan kerja dan kehidupan. Bekerja, bekerja, bekerja — itulah yang akan saya lakukan,” kata Sanae Takaichi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait