BANNER HEADER DISWAY HD

Naufal Takdir Al Bari, Bintang Gimnastik Indonesia Berpulang Usai Cedera Leher

Naufal Takdir Al Bari, Bintang Gimnastik Indonesia Berpulang Usai Cedera Leher

Ilustrasi --ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM - Dunia olahraga Indonesia kembali dirundung duka. Atlet gimnastik artistik putra, Naufal Takdir Al Bari (19 tahun), meninggal dunia di Penza, Rusia, waktu setempat setelah mengalami kecelakaan serius saat berlatih.

Ia sempat dirawat secara intensif selama 12 hari di Rumah Sakit G.A. Zakharyin sebelum mengembuskan napas terakhirnya. 

Sejak 1 September 2025, Naufal bersama empat atlet nasional lainnya mengikuti program pemusatan latihan (training camp) di The Palace of Sport Training Center Burtasy, Penza.

BACA JUGA:Lyon Menang Tipis 1-0 atas Utrecht di Laga Perdana Liga Europa

Program ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi berbagai ajang internasional, dan dibiayai lewat program Pemusatan Pelatihan Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora.

Namun di tengah latihan tersebut, Naufal mengalami kecelakaan saat melakukan gerakan di palang horizontal.

Beberapa laporan menyebut posisi terjatuh yang kurang menguntungkan dan cedera leher parah sebagai faktor utama. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit lokal dan menjalani perawatan intensif di ICU.

Selama perawatan, Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) bersama KBRI Moskow, Federasi Gimnastik Rusia, dan pihak rumah sakit terus berkoordinasi.

BACA JUGA:Duka Jurnalis, Kameramen Al Jazeera Wafat Akibat Serangan Drone Israel

FGI menyatakan akan mengurus pemulangan jenazah serta membantu keluarga agar bisa mendampingi proses hingga ke Tanah Air. 

Ketua Umum FGI, Ita Yuliati, menyampaikan rasa belasungkawa mendalam melalui pernyataan resmi. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Atlet nasional putra kita Naufal berpulang ke rahmatullah.

Naufal merupakan atlet muda berbakat dan sosok yang baik,” kata Ita. Menurutnya, kepergian Naufal merupakan kehilangan besar bagi dunia gimnastik Indonesia.

Naufal dikenal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan pada gimnastik Indonesia. Ia diproyeksikan tampil pada Kejuaraan Dunia FIG Artistic Gymnastics 2025, SEA Games Bangkok 2025, hingga menjadi calon peserta Olimpiade Los Angeles 2028.

Kehilangan Naufal bukanlah sekadar kehilangan atlet berbakat, melainkan kehilangan harapan serta inspirasi bagi generasi muda yang bercita-cita menatap pentas dunia. Nama Naufal kini menjadi catatan sejarah dan simbol perjuangan atlet muda Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: