BANNER HEADER DISWAY HD

Tren Gaya Hidup Minimalis, Benarkah Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang?

Tren Gaya Hidup Minimalis, Benarkah Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang?

--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM - Beberapa tahun terakhir, gaya hidup minimalis semakin banyak digemari, terutama di kalangan anak muda yang merasa penat dengan hiruk pikuk dunia modern. Minimalisme dianggap sebagai jawaban bagi mereka yang ingin hidup lebih sederhana, teratur, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

Konsep ini sebenarnya bukan hanya soal mengurangi barang, tetapi juga cara berpikir. Hidup minimalis mengajarkan seseorang untuk memilah, mana kebutuhan nyata dan mana sekadar keinginan sesaat. Misalnya, daripada membeli pakaian baru setiap bulan, seseorang yang menerapkan gaya hidup ini lebih memilih membeli baju berkualitas tinggi dengan model timeless sehingga awet dipakai bertahun-tahun.

Selain hemat uang, minimalisme juga membawa ketenangan. Bayangkan kamar tanpa tumpukan barang tak terpakai, atau meja kerja yang rapi tanpa distraksi. Kondisi itu secara psikologis bisa membuat pikiran lebih ringan. Beberapa orang bahkan merasakan tidur lebih nyenyak setelah merapikan ruangan dan hanya menyisakan barang-barang penting.

Namun, menerapkan gaya hidup minimalis tidak semudah yang dibayangkan. Banyak orang yang kesulitan melepaskan barang karena alasan emosional. Contohnya, koleksi baju lama yang jarang dipakai tapi terasa sayang untuk dibuang. Tantangan lainnya, pengaruh media sosial yang sering membuat seseorang tergoda untuk terus membeli barang baru demi mengikuti tren.

BACA JUGA:Tren Skincare Lokal yang Lagi Naik Daun, Anak Muda Makin Bangga Pakai Produk Dalam Negeri

Meski begitu, perlahan-lahan perubahan bisa dilakukan. Mulai dari langkah kecil, seperti memilah barang setiap akhir pekan, mendonasikan yang sudah tak terpakai, hingga membatasi diri dalam berbelanja. Cara lain adalah menerapkan prinsip “satu masuk, satu keluar” setiap kali membeli barang baru, satu barang lama harus dilepaskan.

Tren minimalisme juga, kini merambah ke banyak bidang. Ada minimalisme digital, di mana orang membatasi penggunaan media sosial agar lebih fokus dengan kehidupan nyata. Ada juga minimalisme makanan, yaitu memilih pola makan sederhana namun sehat, tanpa harus mengikuti tren diet ekstrem.

Pada akhirnya, gaya hidup minimalis bukan soal seberapa sedikit barang yang kita punya, melainkan bagaimana setiap pilihan hidup memberi makna. Jadi, apakah minimalisme benar-benar bikin hidup lebih bahagia? Jawabannya tergantung pada bagaimana seseorang memaknai kesederhanaan itu sendiri.

BACA JUGA:Tren “Silent Travel”, Gaya Liburan Baru Tanpa Pamer di Medsos

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: