BANNER HEADER DISWAY HD

Saat Dijadikan Posko Medis, Oknum Aparat Diduga Serang Dua Kampus di Bandung

Saat Dijadikan Posko Medis, Oknum Aparat Diduga Serang Dua Kampus di Bandung

--https://ftnews.co.id/public/video-detik-detik-unisba-dan-unpas-diserang-gas-air-mata-polisi-klaim-terbawa-angin?page=all

RADARTVNEWS.com - Aksi unjuk rasa yang dimulai sejak hari Jumat, 29 September 2025 meninggalkan banyak luka, kehilangan, bahkan korban Jiwa. Aksi besar-besaran ini diikuti oleh berbagai lapisan, tak hanya mahasiswa, dan masyarakat setempat, OJOL (Ojek Online) juga serempak turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi dan berdemonstrasi. 

BACA JUGA:Sri Mulyani Pastikan Tidak Ada Pajak Baru atau Kenaikan Tarif Pada 2026

Dinamika aksi yang baru-baru ini terjadi, kembali menggoreskan luka lama dan trauma masa lalu bagi para orangtua, mengingat kasus bentrok antara massa aksi dan aparat kembali terjadi setelah sekian tahun lamanya. Masyarakat media sosial membandingkan dan menyamakan aksi kemarin dengan reformasi 1998. Hal ini bukannya tanpa alasan, pasalnya, konflik yang terjadi telah sampai pada tahap genting yaitu pengerusakan fasilitas umum, penjarahan, hingga terjadinya baku tembak aparat kepada demonstran hingga puncaknya yaitu pemadaman listrik di Kwitang, DKI Jakarta pada malam hari dan fitur siaran langsung di media sosial TikTok yang sengaja dinonaktifkan menimbulkan tanda tanya besar dan dugaan-dugaan di masyarakat.

 

Peristiwa yang baru saja terjadi, pada Senin malam sampai Selasa dini hari, (01/09/25) adanya video yang beredar di media sosial TikTok yang menunjukkan aparat kepolisian atau BRIMOB diduga melakukan penyerangan berupa penembakan gas air mata ke dalam dua kampus swasta yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat. UNISBA (Universitas Islam Bandung) dan UNPAS (Universitas Pasundan) merupakan dua universitas yang saling berdekatan, berada di daerah Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, dua universitas ini memiliki nama yang cukup baik di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar, selain karena prestasi, juga aktif menyuarakan aspirasi melalui gerakan aksi, dan demonstrasi.

BACA JUGA:Keluarga Mahasiswa ITB Gelar Aksi Solidaritas, Soroti Kekerasan Aparat di Kampus

Dugaan penyerangan tersebut menimbulkan pro-kontra di kalangan pengguna media sosial, muncul pertanyaan besar terkait dengan alasan penyerangan tersebut, tak hanya pertanyaan, tindakan ini juga menimbulkan kecaman dari kalangan mahasiswa yang menganggap bahwa kampus merupakan ruang akademis yang seharusnya bebas dari penyerangan dan gencatan senjata, terlebih UNISBA dan UNPAS dijadikan safe zone atau zona aman bagi para pendemo untuk berkumpul sebelum memulai aksi, juga sebagai posko medis bagi para demonstran yang terluka akibat aksi demonstrasi.

 

Namun, video tersebut juga menuai banyak pujian dari netizen, pro-kontra ini diakibatkan adanya rekaman video lain yang menunjukkan kronologi sebelum adanya kericuhan tersebut. Dalam unggahannya, menunjukkan aksi seseorang melempar bom molotov dari dalam gerbang kampus diduga untuk memprovokasi kearah rombongan Brimob yang sedang melakukan patroli untuk menetralisir kawasan pasca terjadinya demo

BACA JUGA:Fitur Live TikTok Kembali Bisa Diakes Hari Ini, Ini Komen Netizen

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait