Rusak Rumah, Pengeboman Batu di Kecamatan Sido Mulyo Diprotes Warga Ketibung

Rusak Rumah, Pengeboman Batu di Kecamatan Sido Mulyo Diprotes Warga Ketibung

Tembok rumah warga retak diduga kerasnya ledakan dari aktifitas perusahaan batu.--

RADARTV- Aktifitas pengeboman batu dikeluhkan warga Dusun Campang Kanan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Akibat pengeboman batu oleh PT Alus rumah warga menjadi rusak. 

Yarsih salah stau warga Dusun Campang Kanan menjelaskan,  dentuman dan getaran kuat membuat dinding rumah miliknya retak.

Perusahaan batu split PT Alus hampir setiap hari melakukan pengeboman untuk memecahkan batu, dalam sehari terjadi peledakan 2 hingga 5 kali.

"Tembok rumah retak karena suara dentuman dan getaran akibat bom. Sehari terjadi dua hingga lima ledakan," kata Yarsih.

Kondisi ini sudah dirasakan warga selama lebih dari 5 tahun. Selain merusak rumah warga juga khawatir atas keselamatan terutama anak anak. Ledakan keras melontarkan batu hingga ke perkebunan warga yang berjarak sekitar 300 meter dari perusahaan.

"Kami takut kan rumah jadi terbelah.Batu juga mentalnya sampai kebun yang jaraknya ratusan meter, jadi anak-anak bahaya kalau main," jelas Yarsih (22/11/23).

Sementara Herman salah satu tokoh masyarakat mengaku, pihak perusahaan hanya sekali memberikan kompensasi sekitar 4 tahun lalu.

PT Alus enggan memberikan bantuan kembali dengan alasan lokasi tambang batu berada di perbatasan kecamatan. Perusahaan PT Alus berdiri di wilayah Kecamatan Sidomulyo sedangkan warga yang terdampak di Kecamatan Katibung.

"Kami kerja juga kerap tertunda karena saat mau pengeboman kami diminta satpam untuk menyingkir. Seperti saat dikebun kami harus menyingkir dulu. cuma ada kompensasi 250 ribu itu dulu sudah lama, sekarang tidak ada lagi katanya karena beda wilayah," kata Herman saat ditemui dirumahnya.

Sementara pimpinan perusahaan Pt Alus belum bersedia di mintai keterangan, saat www.radartv.disway.id berusaha menemui managemen untuk mengkonfirmasi persoalan ini security perusahaan menyampaikan pihak menejemen masih berada di luar kota.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: