Quarter Life Crisis: Fase Pencarian Jati Diri di Usia 20-an
ilustrasi quarter life crisis-pinterest-
RADARTVNEWS.COM – Memasuki usia 20-an sering kali terasa seperti berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, seseorang sudah tidak lagi dianggap remaja. Namun di sisi lain, belum sepenuhnya merasa mapan sebagai orang dewasa. Pada fase inilah banyak anak muda mengalami kebingungan arah hidup yang dikenal dengan istilah quarter life crisis.
Perasaan yang muncul biasanya beragam, mulai dari cemas memikirkan masa depan, ragu terhadap pilihan jurusan atau pekerjaan, hingga merasa tertinggal dibandingkan teman sebaya. Melihat pencapaian orang lain di media sosial sering kali memperkuat tekanan tersebut. Unggahan tentang karier cemerlang, bisnis yang berkembang, atau kehidupan yang terlihat “sempurna” dapat memicu rasa tidak percaya diri.
Krisis ini umumnya muncul ketika realitas tidak berjalan sesuai ekspektasi. Setelah lulus kuliah, misalnya, tidak semua orang langsung mendapatkan pekerjaan impian. Ada yang masih mencari arah, berpindah-pindah pekerjaan, atau bahkan merasa salah mengambil jurusan. Situasi ini membuat sebagian anak muda mempertanyakan kemampuan dan keputusan yang pernah diambil.
Selain faktor karier, tekanan finansial juga menjadi pemicu. Tuntutan untuk mandiri secara ekonomi, membantu keluarga, atau mencapai standar hidup tertentu sering kali membebani pikiran. Belum lagi ekspektasi sosial yang menganggap usia 20-an sebagai masa produktif dan penuh pencapaian.
Meski terasa berat, quarter life crisis sebenarnya merupakan bagian dari proses pendewasaan. Fase ini menjadi momen refleksi untuk mengenal diri lebih dalam—apa yang benar-benar diinginkan, nilai apa yang ingin dipegang, dan arah seperti apa yang ingin dituju. Kebingungan bukan berarti kegagalan, melainkan tanda bahwa seseorang sedang bertumbuh.
Beberapa langkah sederhana dapat membantu melewati fase ini dengan lebih sehat. Pertama, berhenti membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain. Setiap individu memiliki waktu dan perjalanan yang berbeda. Kedua, tetapkan tujuan kecil yang realistis agar proses terasa lebih terarah. Ketiga, bangun lingkungan pertemanan yang suportif agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi tekanan.
BACA JUGA:Merasa Bingung di Usia 20-an? Quarter Life Crisis Bisa Jadi Alasan Umumnya
Mengelola ekspektasi juga penting. Tidak semua hal harus tercapai sekaligus. Proses belajar, gagal, mencoba lagi, dan menemukan arah baru adalah bagian wajar dari perjalanan hidup. Dengan pola pikir yang lebih terbuka, fase ini justru bisa menjadi titik awal perubahan yang lebih baik.
Pada akhirnya, usia 20-an bukan tentang siapa yang paling cepat sukses, melainkan tentang siapa yang berani terus melangkah meski belum sepenuhnya yakin. Quarter life crisis bukan akhir dari segalanya, tetapi bab awal menuju kedewasaan yang lebih matang dan sadar akan tujuan hidup.
BACA JUGA:Menghadapi Quarter Life Crisis: Tantangan, Realita, dan Cara Bangkit bagi Dewasa Muda
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: