Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Penjelasan dan Potensi Bahayanya
Ilustrasi--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM - Istilah gempa megathrust semakin sering muncul dalam diskusi kebencanaan di Indonesia. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan gempa jenis ini, bagaimana mekanismenya, serta seberapa besar ancamannya bagi kita?
Secara dasar, gempa megathrust adalah gempa bumi dengan kekuatan luar biasa yang terjadi di zona subduksi, yaitu area di mana satu lempeng tektonik bersubduksi atau menekan ke bawah lempeng lainnya. Proses ini menghasilkan akumulasi energi selama bertahun-tahun hingga akhirnya dilepaskan secara mendadak. Istilah “mega” sendiri berarti besar, sementara “thrust” mengacu pada gerakan naik atau tekanan yang menggambarkan karakteristik tumbukan yang menghasilkan gempa besar.
Mekanisme dan Karakteristik
Ada beberapa tahap dalam proses gempa megathrust: pertama, pergerakan lempeng samudra yang menunjam di bawah lempeng benua menyebabkan tekanan yang terus menumpuk. Kemudian lempeng terkunci (locked zone) karena gesekan, sehingga energi elastis semakin besar. Ketika tekanan ini melebihi kekuatan gesekan, terjadi pelepasan mendadak yang memicu gempa. Menjelang permukaan laut, perubahan vertikal dasar laut mampu memicu tsunami besar, menjadikan gempa megathrust sebagai salah satu bencana alam paling dahsyat.
BACA JUGA:Oktober Panas! BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas Siang Hari dari Paparan Sinar Matahari
Karakteristik khas gempa jenis ini di antaranya: magnitudo yang sangat besar (sering di atas 8,0 skala Richter), kedalaman yang relatif dangkal (sering kurang dari 20 km), dan rentan memicu tsunami.
Potensi di Indonesia
Indonesia berada di posisi sangat rawan karena letaknya di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Kondisi ini menciptakan sejumlah zona megathrust yang aktif, seperti di barat Sumatra, selatan Jawa, dan selatan Bali. Salah satu contoh paling tragis adalah gempa dan tsunami Aceh 2004, yang terjadi akibat pelepasan energi di zona megathrust lepas pantai barat Sumatra.
Akibatnya, wilayah pesisir di Indonesia, khususnya Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara harus tetap waspada terhadap kemungkinan gempa megathrust yang bisa muncul kapan saja.
Mitigasi yang Perlu Dilakukan
Meski gempa megathrust tidak bisa diprediksi dengan tepat kapan terjadinya, kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain: memastikan bangunan tahan gempa, memahami jalur evakuasi tsunami, dan rutin melakukan latihan kebencanaan. Pemerintah dan lembaga seismologi juga terus melakukan monitoring aktivitas lempeng dan segmen yang belum melepaskan stresnya agar bisa mengantisipasi potensi besar berikutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
