Beberapa Titik Karhutla Mengepung Tanah Papua
Peta kebakaran hutan Indonesia di Tanah Papua--IQAir
RADARTVNEWS.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Papua. Dalam beberapa hari terakhir, titik panas terpantau meningkat di Papua Tengah, sementara kebakaran juga dilaporkan terjadi di tiga kabupaten di Papua Barat.
Di Papua Tengah, data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (20/8/2026) sampai Jumat (21/8/2026) menunjukkan terdapat 512 titik panas. Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 279 titik.
Selain Nabire, titik panas juga terdeteksi di sejumlah kabupaten lainnya.
Dogiyai tercatat memiliki 72 titik, Paniai 54 titik, Puncak 45 titik, Intan Jaya 44 titik, Deiyai 11 titik, dan Puncak Jaya tujuh titik. Sementara itu, Mimika tidak terpantau memiliki hotspot dalam periode tersebut.
Kondisi di Nabire juga berdampak pada aktivitas masyarakat dan transportasi udara. Kabut asap dilaporkan menurunkan jarak pandang di sekitar Bandara Douw Aturure hingga kurang dari 70 meter.
Di Kabupaten Puncak, api bahkan dilaporkan mendekati RSUD Ilaga. Sejumlah pasien sempat dievakuasi ke puskesmas untuk menghindari risiko akibat kobaran api. Api kemudian berhasil dipadamkan melalui penanganan warga dan aparat.
BACA JUGA:Kemarau Panjang Picu Karhutla, Asap Kian Tebal Selimuti Kalimantan
Pemprov Papua Tengah resmi membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) melalui SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/144 Tahun 2026 dengan menempatkan pemerintah kabupaten sebagai komandan lapangan dan pihak pertama yang bergerak, sementara pemprov memberikan dukungan penguatan saat kapasitas daerah mulai terbatas.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat, yakni Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, dan Fakfak. Kebakaran dilaporkan berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
Di Teluk Bintuni, kebakaran terjadi di kawasan hutan dan lahan sejak Jumat malam (21/8/2026), hingga Sabtu (22/8/2026). Kondisi tersebut terpantau melalui drone pemantau milik perusahaan gas BP Berau Ltd.
Sebanyak 40 personel polisi dan Brimob dikerahkan bersama tim keamanan perusahaan untuk melakukan pemadaman.
Namun, proses penanganan menghadapi kendala karena medan sulit dijangkau kendaraan pemadam dan lokasi titik api cukup jauh dari sumber air.
BACA JUGA:Karhutla Kalimantan Sudah Lintas Negara, Kenapa Baru Ramai Diberitakan Sekarang?
Tim pemadam kemudian menggunakan long boat untuk menuju lokasi kebakaran. Peralatan yang digunakan antara lain satu armada pemadam kebakaran dan dua kendaraan tangki air milik perusahaan gas Tangguh LNG.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: