Juli Jadi Waktu Terbaik Melihat Bima Sakti, Ini Tips Menyaksikannya
Milky Way-pinterest-pinterest: Luis Eduardo Pimentel
RADARTVNEWS.COM – Bulan Juli menjadi salah satu waktu terbaik bagi pecinta astronomi untuk menikmati keindahan Galaksi Bima Sakti. Selama musim kemarau, kondisi langit yang cenderung cerah dan minim awan membuat galaksi tempat Bumi berada tampak lebih jelas dibanding bulan-bulan lainnya, terutama dari lokasi yang jauh dari polusi cahaya.
Fenomena ini dapat disaksikan dari berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Namun, diperlukan kondisi langit yang gelap agar gugusan bintang Bima Sakti terlihat membentang di langit malam.
Mengapa Juli Menjadi Waktu Terbaik?
Pada bulan Juli, posisi inti Galaksi Bima Sakti berada lebih tinggi di langit pada malam hari sehingga lebih mudah diamati. Selain itu, musim kemarau di banyak wilayah Indonesia biasanya menghadirkan langit yang lebih cerah dengan tingkat kelembapan yang lebih rendah, sehingga peluang melihat galaksi menjadi lebih besar.
Meski demikian, cuaca tetap menjadi faktor penting. Langit yang bebas awan akan memberikan pengalaman pengamatan yang lebih optimal.
Kapan Waktu Terbaik Melihat Bima Sakti?
Pengamatan dianjurkan dilakukan setelah Matahari benar-benar terbenam hingga menjelang dini hari. Waktu terbaik umumnya berada di antara pukul 22.00 hingga 03.00 waktu setempat, terutama saat bulan tidak terlalu terang atau mendekati fase bulan baru.
Semakin jauh lokasi pengamatan dari lampu-lampu kota, semakin jelas pula pemandangan Galaksi Bima Sakti yang dapat dinikmati.
BACA JUGA:Heboh Kemunculan Buaya di Pantai Katapiang Padang Pariaman, Wisatawan Diminta Jauhi Bibir Pantai
Bagaimana Agar Bima Sakti Terlihat Lebih Jelas?
Pengamat disarankan memilih tempat terbuka seperti kawasan pegunungan, pantai, atau daerah pedesaan yang minim polusi cahaya. Penggunaan aplikasi peta langit di ponsel juga dapat membantu menentukan arah munculnya inti Galaksi Bima Sakti.
Bagi yang ingin mengabadikan momen tersebut, kamera dengan mode malam atau pengaturan pencahayaan yang tepat akan menghasilkan foto yang lebih maksimal.
Fenomena ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus mengenal lebih dekat galaksi yang menjadi rumah bagi Tata Surya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
