MBG Libur Sementara, BGN Klaim Anggaran Hemat Rp3 Triliun
MBG --
RADARTVNEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak berjalan sementara selama masa libur sekolah tahun ini.
Namun penghentian ini bukan karena program dihentikan permanen atau anggaran dipangkas, melainkan disebut sebagai langkah evaluasi dan penataan ulang pelaksanaan di lapangan.
Kebijakan tersebut diumumkan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode hari libur dalam penyelenggaraan MBG tahun anggaran 2026. Masa penghentian sementara dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni sampai 13 Juli 2026.
Wakil Kepala sekaligus juru bicara BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan keputusan ini diambil untuk memperbaiki tata kelola operasional, meningkatkan efisiensi sumber daya, sekaligus menyamakan standar pelaksanaan program di seluruh daerah. Menurutnya, momentum libur sekolah dipilih karena distribusi makanan memang tidak berjalan seperti hari belajar biasa.
Yang kemudian ramai dibahas publik adalah angka efisiensi yang muncul setelah kebijakan ini diumumkan.
BGN memperkirakan penghentian operasional selama masa liburan dapat menekan pengeluaran lebih dari Rp3 triliun. Angka tersebut berasal dari perhitungan insentif operasional SPPG yang tidak dibayarkan selama unit pelayanan tidak beroperasi.
Berdasarkan penjelasan BGN, saat ini terdapat sekitar 27.820 SPPG yang beroperasi. Setiap unit mendapat insentif operasional sekitar Rp6 juta per hari.
Dengan asumsi penghentian berjalan selama 18 hari, nilai efisiensi yang dihitung mencapai sekitar Rp3 triliun. Namun angka ini merupakan estimasi penghematan versi BGN, bukan tambahan pemasukan negara.
Di sisi lain, BGN menegaskan penghentian sementara ini akan dipakai untuk membenahi sistem dari dalam. Salah satu agenda yang disiapkan adalah audit dapur penyedia MBG di berbagai wilayah.
Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan standar pelayanan, keamanan pangan, kualitas distribusi, hingga sinkronisasi data penerima manfaat berjalan lebih rapi saat program kembali dijalankan setelah sekolah masuk.
BGN juga menegaskan kebijakan kali ini berbeda dengan periode libur sebelumnya seperti saat Ramadan yang masih menggunakan mekanisme distribusi tertentu.
Untuk periode pertengahan tahun ini, distribusi dipilih berhenti sepenuhnya agar proses pembenahan bisa dilakukan lebih menyeluruh.
Keputusan tersebut memunculkan beragam respons. Ada yang menilai evaluasi memang dibutuhkan karena skala program terus membesar, tetapi ada juga yang berharap penghentian sementara tidak mengurangi tujuan utama MBG untuk memperluas akses gizi bagi anak sekolah.
Meski begitu, BGN memastikan langkah ini hanya bersifat sementara. Setelah masa evaluasi selesai dan sekolah kembali aktif, program MBG direncanakan kembali berjalan dengan sistem yang disebut lebih tertata dan lebih siap dibanding sebelumnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: