BANNER HEADER DISWAY HD

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, KCIC Berpotensi Dipanggil

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, KCIC Berpotensi Dipanggil

--ISTIMEWA

RADARTVNEW.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan tindak pidana Korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh, salah satu proyek infrastruktur paling ambisius di Indonesia.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan 240 Ribu Hektare Lahan untuk Pembangunan Pabrik Etanol di 18 Provinsi, Termasuk Lampung

Lembaga antirasuah itu bahkan membuka peluang untuk memanggil pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) guna dimintai keterangan.

“Karena penyelidikan masih berlangsung, kami belum dapat menyampaikan secara rinci pihak-pihak yang akan dimintai keterangan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/10).

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa KPK akan memanggil semua pihak yang diduga mengetahui konstruksi perkara.

“Setiap informasi, data, dan keterangan akan sangat membantu dalam proses penyelidikan ini,” tambahnya.

Ia juga meyakini bahwa masyarakat mendukung langkah KPK dalam menelusuri dugaan penyimpangan dana proyek strategis nasional tersebut.

Dugaan adanya praktik mark up atau penggelembungan anggaran dalam proyek Whoosh mencuat setelah pernyataan Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, dalam video yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada 14 Oktober 2025.

Dalam video itu, Mahfud menyoroti lonjakan biaya proyek yang dianggap tidak wajar. Ia menyebut, biaya pembangunan per kilometer kereta cepat di Indonesia mencapai sekitar 52 juta dolar AS, atau lebih dari Rp840 miliar (dengan kurs Rp16.200 per dolar).

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan proyek serupa di Tiongkok yang hanya berkisar 17–18 juta dolar AS per kilometer.

Menanggapi temuan tersebut, KPK melalui juru bicara bidang penindakan menyampaikan bahwa lembaga sedang mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket).

Fokus penyelidikan adalah memastikan keabsahan data, dokumen keuangan, serta mekanisme pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB).

“Kami akan bekerja profesional dan transparan. Setiap rupiah dana negara harus dipastikan digunakan sebagaimana mestinya,” tegas Budi.

Proyek KCJB merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan China Railway International melalui konsorsium PT KCIC. Diluncurkan sebagai kereta cepat pertama di Asia Tenggara, Whoosh resmi beroperasi pada Oktober 2023. Dengan jarak 142 kilometer, kereta ini mampu menempuh rute Jakarta–Bandung hanya dalam 36 hingga 40 menit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait

Dia Ira...

1 bulan