Rumah Ahmad Sahroni Dijarah Rakyat, Simbol Kemarahan pada Elit Politik
Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni --ISTIMEWA
RADARTVNEWS.Com – Situasi mengejutkan terjadi pada Minggu, 30 Agustus ketika rumah mewah milik politisi sekaligus pengusaha, Ahmad Sahroni, dikabarkan dijarah oleh sekelompok massa. Kerumunan warga yang datang secara tiba-tiba menyerbu kediaman Sahroni di kawasan elit Jakarta Utara, merobohkan pagar, dan memasuki area rumah tanpa izin.
Peristiwa ini tidak muncul begitu saja. Kemarahan rakyat disebut sudah lama terpendam akibat gaya hidup mewah para pejabat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang kian terhimpit. Ahmad Sahroni, yang dikenal luas sebagai “crazy rich Tanjung Priok” dengan koleksi mobil sport, jam tangan mahal, dan rumah megah, dianggap menjadi simbol nyata dari jurang kesenjangan sosial di Indonesia.
Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu amarah massa. Adanya isu kenaikan pajak serta gaji DPR, Sahroni juga kerapkali melontarkan ucapan yang tidak pantas seperti menyebut rakyat dengan kata "tolol" menambah amarah masyarakat. Ditambah, gaya pamer harta yang kerap dipertontonkan Sahroni di media sosial membuat rakyat semakin geram.
BACA JUGA:Pasca Demo, Warga Temukan Sisa Kebakaran di Sejumlah Lokasi Strategis
Aksi bermula dari beberapa orang yang berkumpul di sekitar rumah Sahroni. Dalam hitungan menit, jumlah massa membesar hingga ratusan. Ada beberapa yang mengangkut TV LCD milik Sahroni, action figure Iron Man miliknya, hingga perusakan mobil Sahroni.
Teriakan-teriakan soal keadilan dan tuntutan pemerataan ekonomi terdengar keras. Massa kemudian merobohkan pagar, masuk ke halaman rumah, dan menjarah sejumlah barang mulai dari mulai barang elektronik hingga perusakan mobil Sahroni.
Beberapa rekaman amatir memperlihatkan warga menyeret Televisi LED bersama sama keluar dari rumah Sahroni. Peristiwa ini langsung memicu perdebatan luas di media sosial. Sebagian netizen menyebut aksi penjarahan tidak bisa dibenarkan, namun banyak juga yang melihatnya sebagai bentuk kemarahan rakyat yang sudah tak terbendung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Ahmad Sahroni sendiri. Namun berbagai pihak menilai, penjarahan rumah Sahroni menjadi alarm keras bagi para pejabat bahwa kesabaran rakyat ada batasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
