BANNER HEADER DISWAY HD

Duduk Terlalu Lama? Ini Dampaknya dan Cara Mudah Mengatasinya

Duduk Terlalu Lama? Ini Dampaknya dan Cara Mudah Mengatasinya

Ilustrasi--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM - zaman serba digital, kita hampir tidak bisa lepas dari kursi. Kerja di depan komputer, kuliah online, scrolling media sosial, bahkan menonton serial favorit maraton, semuanya membuat kita duduk lebih lama dari yang kita sadari. Padahal, terlalu lama duduk bisa berdampak serius bagi kesehatan. Bahkan beberapa ahli menyebutnya “the new smoking”.

Tapi tenang, ada cara sederhana untuk tetap sehat tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau hobi. Yuk, simak dampak duduk terlalu lama dan langkah mudah mengatasinya.BACA JUGA:Rahasia Sehat dari Matcha Ori: Kaya Antioksidan, Bikin Tubuh Lebih Bugar

1. Nyeri Punggung dan Leher

Pernah bangun dari kursi dengan punggung pegal dan leher kaku? Itu tanda tubuhmu mulai protes. Duduk lama menekan tulang belakang dan membuat otot-otot lelah. Penelitian Journal of Physical Therapy Science menunjukkan bahwa postur duduk yang buruk bisa menyebabkan masalah tulang belakang jangka panjang. Solusinya? Berdiri sebentar, lakukan peregangan ringan, atau atur tinggi kursi dan meja agar nyaman.

2. Obesitas dan Metabolisme Lambat

Duduk lama = kalori terbakar lebih sedikit. Lama-lama, lemak bisa menumpuk terutama di area perut. Menurut American Journal of Epidemiology, orang yang duduk lebih dari 6–8 jam sehari berisiko lebih tinggi mengalami obesitas. Cara mudahnya? Setiap jam, bangun sebentar, jalan ke pantry, atau regangkan tubuh selama beberapa menit. Kebiasaan kecil ini bisa membuat tubuh tetap aktif.

3. Risiko Penyakit Jantung

Terlalu lama duduk memengaruhi sirkulasi darah dan tekanan darah. American Heart Association menemukan bahwa duduk lebih dari 8 jam sehari meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jalan kaki sebentar atau berdiri saat bekerja bisa membantu mengurangi risiko ini secara signifikan.

4. Diabetes Tipe 2

Duduk terlalu lama memperlambat pemecahan gula dalam darah. Studi Diabetologia menemukan bahwa sering bangun dan bergerak setiap 30–60 menit membantu menstabilkan gula darah. Jalan kaki setelah makan selama 5–10 menit ternyata cukup memberi efek positif untuk mencegah diabetes.

5. Menurunkan Kesehatan Mental

Kurang gerak membuat tubuh jarang melepaskan hormon endorfin yang bikin kita bahagia. Penelitian BMC Public Health menunjukkan hubungan antara gaya hidup sedentari dengan stres, kecemasan, dan depresi. Solusinya? Bergerak sebentar, peregangan ringan, atau sekadar berdiri dan tarik napas dalam beberapa kali sehari.BACA JUGA:Bahaya Terlalu Sering Mewarnai Rambut, Waspada Dampaknya pada Kesehatan

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait