Bahaya Terlalu Sering Mewarnai Rambut, Waspada Dampaknya pada Kesehatan
Pewarnaan Rambut--ISTIMEWA
Mewarnai rambut sudah menjadi tren populer di berbagai kalangan, baik remaja maupun orang dewasa. Warna-warna rambut yang beragam dianggap mampu mengekspresikan kepribadian sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Namun, di balik tampilan menarik tersebut, ada bahaya yang perlu diwaspadai bila kebiasaan ini dilakukan terlalu sering.
BACA JUGA:Mitos atau Fakta? Rahasia di Balik Kebiasaan Makan Malam
1. Rambut Lebih Mudah Rusak
Bahan kimia dalam cat rambut, seperti amonia dan hidrogen peroksida, dapat membuat rambut kehilangan kelembapannya. Jika terlalu sering digunakan, helai rambut akan menjadi kering, rapuh, dan mudah patah. Dalam jangka panjang, tekstur rambut pun berubah menjadi kusam dan sulit diatur.
2. Iritasi Kulit Kepala
Salah satu risiko utama dari pewarna rambut adalah iritasi pada kulit kepala. Gejalanya bisa berupa rasa gatal, kemerahan, atau bahkan peradangan. Orang dengan kulit sensitif berisiko lebih tinggi mengalami reaksi alergi terhadap zat kimia dalam pewarna.
3. Risiko Alergi
Kandungan paraphenylenediamine (PPD) dalam cat rambut dikenal dapat memicu reaksi alergi. Jika sering terpapar, tubuh bisa menjadi lebih sensitif sehingga reaksi alergi muncul lebih cepat. Dampaknya mulai dari ruam, bengkak, hingga sesak napas pada kasus yang parah.
4. Gangguan Kesehatan Jangka Panjang
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zat kimia tertentu dalam pewarna rambut berpotensi memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Meski masih perlu penelitian lebih lanjut, ada kekhawatiran bahwa paparan berulang terhadap bahan kimia tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit serius.
5. Rambut Rontok
Proses pewarnaan yang berulang, apalagi jika disertai bleaching, dapat melemahkan akar rambut. Akibatnya, rambut lebih mudah rontok bahkan menipis seiring waktu.
Tips Agar Tetap Aman Mewarnai Rambut:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
