Air pH Tinggi vs Air Biasa: Mana yang Lebih Sehat?
Ilustrasi Air Minum-Doulton-Pinterest
- Gangguan Pencernaan: Kadar basa yang terlalu tinggi bisa menurunkan keasaman lambung alami, sehingga mengganggu fungsi pencernaan dan membunuh patogen.
WHO juga menyarankan agar air pH tinggi tidak dikonsumsi sepanjang waktu, melainkan bergantian dengan air netral untuk menghindari gangguan keseimbangan tubuh.
Kesimpulannya, air pH tinggi mungkin menawarkan manfaat tambahan, terutama bagi atlet elit yang membutuhkan rehidrasi optimal. Namun bagi masyarakat umum, air putih biasa dengan pH netral sudah sangat cukup untuk menjaga hidrasi dan kesehatan. Kuncinya adalah memastikan air yang dikonsumsi bersih dan memenuhi standar kelayakan, bukan terpaku pada angka pH-nya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: