Benarkah Makan Telur Setiap Hari Picu Kolesterol? Simak Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi telur-pikselland-Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan paling populer dan fleksibel di meja makan masyarakat Indonesia. Selain harganya yang relatif terjangkau dan mudah diolah, kandungan gizinya yang padat menjadikan Telur sebagai pilihan utama sarapan maupun lauk sehari-hari.
Namun, di balik kepraktisannya, kebiasaan mengonsumsi telur setiap hari kerap dibayangi oleh kekhawatiran lama: benarkah konsumsi harian ini memicu lonjakan kolesterol dalam darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung?
Pergeseran Pandangan Medis Soal Kolesterol Telur
Kekhawatiran masyarakat terhadap telur umumnya berpusat pada bagian kuningnya. Satu butir telur ukuran sedang mengandung sekitar 186 miligram kolesterol, yang semuanya terkonsentrasi di dalam kuning telur. Angka ini dulunya dianggap cukup tinggi dan mendekati batas aman asupan harian.
Kendati demikian, konsensus medis dan temuan ilmiah terkini telah menggeser pandangan tersebut. Berbagai studi epidemiologi menunjukkan bahwa bagi mayoritas orang sehat, kolesterol dari makanan (dietary cholesterol) tidak serta-merta meningkatkan kadar kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein/LDL) secara signifikan di dalam darah.
Organ hati manusia secara alami memproduksi kolesterol setiap hari untuk kebutuhan hormon dan dinding sel. Ketika tubuh menerima asupan kolesterol dari makanan seperti telur, organ hati secara otomatis akan mengurangi produksi kolesterol internalnya untuk menjaga keseimbangan.
Biang kerok utama pemicu tingginya kolesterol jahat dan risiko penyakit kardiovaskular sebenarnya adalah asupan lemak jenuh (saturated fat) dan lemak trans berlebih, bukan kolesterol alami yang ada pada bahan pangan utuh.
Batas Aman dan Manfaat Nutrisi Harian
Para pakar gizi dan medis umumnya menyimpulkan bahwa konsumsi satu hingga dua butir telur utuh per hari aman bagi orang dewasa dengan kondisi tubuh yang sehat.
Manfaat yang diperoleh dari konsumsi harian ini pun cukup beragam. Selain menyediakan sekitar 6 gram protein berkualitas tinggi per butir, telur kaya akan nutrisi penting seperti:
- Kolin: Nutrisi vital yang mendukung fungsi otak, daya ingat, dan kesehatan sistem saraf.
- Lutein dan Zeaxanthin: Antioksidan yang berperan menjaga kesehatan mata dari risiko degenerasi makula.
- Vitamin D dan B12: Penting untuk kesehatan tulang serta pembentukan sel darah merah.
Meski demikian, batasan lebih ketat tetap berlaku bagi kelompok dengan kondisi medis khusus. Penderita diabetes tipe 2, hiperkolesterolemia genetik, atau riwayat penyakit jantung disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai porsi harian mereka, atau memilih untuk membatasi konsumsi pada bagian putih telur saja.
Cara Pengolahan Jadi Penentu Utama
Dampak kesehatan dari konsumsi telur harian sangat dipengaruhi oleh teknik memasak yang digunakan. Kandungan nutrisi telur yang baik bisa menjadi kurang optimal jika diolah dengan cara yang kurang tepat.
Menggoreng telur menggunakan minyak goreng berulang (jelantah) atau mentega berlebih dapat menambah kadar lemak jenuh dan kalori secara signifikan. Hal inilah yang kerap menjadi pemicu timbulnya masalah kesehatan, bukan dari telurnya itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: