RADARTVNEWS.COM – Menggambar, menari, bermain musik, hingga membuat kerajinan tangan kerap dianggap sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Namun, aktivitas kreatif ternyata memiliki kaitan dengan kesejahteraan psikologis dan sosial anak muda.
Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Social Sciences & Humanities Open pada Juli 2025 menemukan bahwa sebagian besar penelitian yang dianalisis menunjukkan hubungan positif antara keterlibatan remaja dalam aktivitas seni dan kreativitas dengan kesehatan mental serta kesejahteraan mereka.
Penelitian berjudul Does Regular Engagement with Arts and Creative Activities Improve Adolescent Mental Health and Wellbeing? A Systematic Review and Assessment of Causality tersebut ditulis oleh Sam Hugh-Jones, Stephanie Ray, Anna Wilding, dan Matt Sutton.
Dalam penelitian itu, tim peneliti menyeleksi 28 studi dari 7.769 publikasi yang diperiksa. Kajian tersebut berfokus pada keterlibatan rutin dalam aktivitas seni dan kreatif serta kaitannya dengan kesehatan mental remaja berusia 10–19 tahun.
Hasilnya menunjukkan adanya dukungan moderat terhadap kemungkinan hubungan sebab-akibat antara aktivitas kreatif dan kesejahteraan mental remaja. Namun, para peneliti menegaskan bahwa bukti eksperimental masih terbatas sehingga hubungan tersebut tidak dapat dianggap berlaku sama pada setiap individu.
Aktivitas kreatif juga memberikan ruang bagi seseorang untuk mengekspresikan emosi tanpa harus selalu menjelaskannya melalui kata-kata. Melalui musik, gerakan tari, gambar, atau karya visual, seseorang dapat menyalurkan gagasan sekaligus mengeksplorasi minat dan kemampuan diri.
Selain manfaat individual, kegiatan kreatif yang dilakukan bersama orang lain berpotensi membuka kesempatan untuk membangun hubungan sosial. Proses bertukar ide, menyelesaikan karya, dan belajar bersama dapat menciptakan pengalaman yang memperkuat rasa keterhubungan dengan lingkungan sekitar.
Kajian lain yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Public Health pada 2024 turut menelaah peran komunitas kegiatan rekreasi dalam mendukung kesehatan mental anak muda. Tinjauan tersebut mengidentifikasi sejumlah mekanisme yang berpotensi mendukung kesejahteraan, termasuk hubungan sosial yang positif, kesempatan mengembangkan keterampilan, rasa percaya diri, serta keterlibatan dalam aktivitas yang memberikan kesenangan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat hobi tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir yang terlihat, seperti lukisan yang selesai atau lagu yang berhasil dimainkan. Pengalaman selama menjalani aktivitas juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan dan hubungan sosial.
Meski demikian, aktivitas kreatif bukan pengganti penanganan profesional ketika seseorang mengalami masalah kesehatan mental. Dampaknya dapat berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan individu, jenis kegiatan, lingkungan, dan pengalaman yang dimiliki.
Pada akhirnya, hobi tidak harus selalu menghasilkan prestasi, keuntungan finansial, atau karya yang sempurna. Memberikan waktu untuk melakukan sesuatu yang disukai dapat menjadi salah satu cara untuk mengeksplorasi diri, mengembangkan kemampuan, dan menemukan pengalaman bermakna di tengah rutinitas sehari-hari.