FTBI Jawa Tengah 2026 Dorong Generasi Muda Cintai Bahasa Daerah
Informasi program-Badan Bahasa Kemendikbud-Instagram
SEMARANG, RADARTVNEWS.COM — Upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah terus dilakukan melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 yang resmi dibuka di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, Jumat (9/10/2026).
Festival yang berlangsung 9–11 Oktober 2026 ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra sekaligus mengekspresikan kreativitas melalui berbagai perlombaan.
FTBI Jawa Tengah 2026 diikuti 460 siswa SD dan SMP dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni pembukaan dan penutupan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah serta perlombaan di Universitas Ngudi Waluyo.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, pelestarian bahasa daerah tidak hanya berkaitan dengan menjaga bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewariskan nilai luhur dan kearifan lokal kepada generasi penerus.
“Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan kegiatan penting dalam upaya melestarikan bahasa daerah kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa cinta dan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya bangsa,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutan pembukaan.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, juga menekankan pentingnya upaya nyata agar bahasa daerah tetap digunakan dan diwariskan secara berkelanjutan.
Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi wadah nilai-nilai luhur, identitas, dan jati diri bangsa.
BACA JUGA:Kemendiktisaintek Siapkan Pembebasan UKT Hingga Dua Semester untuk Mahasiswa Terdampak Bencana
“Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini, mari kita jadikan bahasa daerah sebagai warisan yang terus hidup, diwariskan dengan bangga dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” kata Hafidz.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut bahasa Jawa memiliki peran dalam membentuk karakter dan tata krama. Ia mendorong penggunaan bahasa daerah tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Pemprov Jawa Tengah sendiri masih menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis sebagai salah satu bentuk pembiasaan penggunaan bahasa daerah.
Dalam FTBI 2026, para siswa mengikuti sejumlah cabang lomba, di antaranya menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerkak, mendongeng, berpidato, nembang macapat, serta komedi tunggal.
Melalui kegiatan tersebut, FTBI diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan mencintai bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: balai bahasa provinsi jawa tengah