MERAUKE, RADARTVNEWS.COM – Pemeriksaan telepon genggam (HP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, berujung kerusuhan pada Jumat (9/10/2026) pagi. Insiden tersebut diikuti kebakaran di area kantor lapas dan kaburnya 33 warga binaan, yang kini telah diamankan kembali.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena pemeriksaan HP yang berkaitan dengan kebijakan larangan peredaran telepon genggam di dalam lapas diduga memicu perselisihan antara petugas dan warga binaan.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk penyebab pasti kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab atas munculnya api.
Berawal dari Pemeriksaan HP
Berdasarkan laporan Suara Merauke, pemeriksaan HP telah dilakukan petugas sejak Kamis (8/10/2026) malam. Pemeriksaan itu menyusul kebijakan larangan peredaran HP di dalam lapas.
Petugas Keamanan Lapas Kelas IIB Merauke, Amir Anton, menjelaskan bahwa warga binaan diminta menunjukkan HP yang dimiliki. Petugas, menurut keterangannya, meminta agar perangkat tersebut diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang, bukan langsung disita.
Namun, situasi berubah pada Jumat pagi ketika sejumlah warga binaan mulai berkumpul sekitar pukul 08.00 WIT.
Sekitar satu jam kemudian, ketegangan meningkat. Sejumlah warga binaan diduga menyerang petugas dari arah pintu utama dan berusaha menerobos masuk ke area kantor lapas.
“Saya tanya siapa yang punya HP, pegang di tangan. Semua tunjukkan. Saya tidak sita HP kalian, saya minta nanti keluarga datang, dikasih pulang, karena ini perintah dari menteri bahwa tidak boleh ada peredaran HP dalam,” ujar Amir Anton, sebagaimana dikutip Suara Merauke.
BACA JUGA:Bebas Bersyarat Indra Kenz Segera Dicabut, Korban Penipuan berharap Kembali ke Lapas
Kantor Lapas Terbakar, Polisi Turun Tangan
Kerusuhan tersebut kemudian diikuti kebakaran yang melanda area kantor Lapas Kelas IIB Merauke. Api dilaporkan membakar bangunan kantor dua lantai.
Wakapolres Merauke Kompol Jerry Koagouw mengatakan, kepolisian menerima laporan keributan dari pihak lapas sekitar pukul 10.00 WIT.
“Kami mendapat laporan dari lapas bahwa ada keributan. Kita merespons mendatangi lapas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun setibanya di lapas, kantor lapas sudah terbakar,” kata Jerry, dikutip dari detikSulsel, Jumat (9/10/2026).
Petugas kepolisian dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Kendaraan taktis water cannon juga digunakan untuk membantu upaya pemadaman.