RADARTVNEWS.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai mengidentifikasi platform digital yang dinilai memiliki tingkat risiko berbeda bagi anak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam pelindungan anak.
Berdasarkan verifikasi awal terhadap 60 produk, fitur, dan layanan (PLF), Komdigi mengelompokkan 22 platform ke dalam kategori berisiko tinggi, sementara 38 lainnya masuk kategori berisiko rendah. Platform yang tergolong berisiko tinggi mencakup berbagai layanan, mulai dari e-commerce, media sosial, platform video, aplikasi komunikasi, podcast, hingga game. BACA JUGA:Menkomdigi Tekankan Kewajiban Batas Usia Akun Medsos, PSE yang Abai Terancam Disanksi Berikut 22 platform yang masuk daftar berisiko tinggi bagi anak: 1. Lazada (aplikasi) 2. Lazada (situs web) 3. Blibli 4. BMoney 5. Vidio 6. Hago App 7. SnackVideo 8. X 9. Sola Mahjong 10. Goddess of Victory: NIKKE 11. Age of Empires Mobile 12. Valorant 13. Teamfight Tactics Mobile 14. Telegram 15. Pinterest 16. Apple Podcasts 17. WeTV 18. MAXStream TV 19. Discord 20. YouTube 21. Ludo World-Ludo Superstar 22. Crossfire: Legends Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa platform yang masuk kategori berisiko tinggi tidak diperbolehkan memberikan akses kepada anak berusia di bawah 16 tahun. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan anak dari potensi risiko yang dapat muncul saat menggunakan layanan digital. Selain klasifikasi risiko, seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang terdaftar juga diwajibkan melakukan penilaian mandiri. Proses tersebut harus diselesaikan paling lambat 31 Desember 2026 agar tingkat risiko masing-masing produk, fitur, dan layanan dapat dinilai dan langkah perlindungan yang sesuai bagi anak dapat diterapkan. Identifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ruang digital yang lebih aman bagi anak. Dengan adanya pengelompokan berdasarkan tingkat risiko, penyelenggara platform diharapkan dapat menerapkan perlindungan yang sesuai dengan karakteristik layanan dan potensi risiko bagi pengguna anak.Komdigi Identifikasi 22 Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Ada YouTube hingga Valorant
Selasa 15-09-2026,15:01 WIB
Reporter : MG - Muthia Afifah
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Selasa 15-09-2026,15:01 WIB
Komdigi Identifikasi 22 Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Ada YouTube hingga Valorant
Senin 07-09-2026,13:42 WIB
Program Pemagangan Nasional Batch 2 Komdigi Dibuka, Pendaftaran Hanya 3-8 September 2026
Senin 10-08-2026,23:37 WIB
5 Channel YouTube Dokter untuk Menambah Wawasan Kesehatan
Sabtu 08-08-2026,10:04 WIB
Pemula Wajib Tahu, 5 Channel YouTube Belajar Investasi Terbaik
Jumat 07-08-2026,15:36 WIB
Saat Dunia Anak Pindah ke Layar, Bagaimana Orang Tua Menjaganya Tetap Aman?
Terpopuler
Selasa 15-09-2026,13:43 WIB
Kongkalikong Nyonya Rentenir, Persiapan 2029 Modal dari Hutang buat Bancakan
Selasa 15-09-2026,12:11 WIB
GWM Wey G9 Meluncur di RI, MPV Premium Penantang Toyota Alphard dan Denza D9
Selasa 15-09-2026,13:06 WIB
OPD Pemkab Lampung Timur Dirampingkan, dari 27 Jadi 26 Mulai 2027
Selasa 15-09-2026,15:01 WIB
Komdigi Identifikasi 22 Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Ada YouTube hingga Valorant
Selasa 15-09-2026,13:16 WIB
Aktris Sydney Sweeney Dikritik Keras, Iklannya Dinilai Merendahkan Atlet Perempuan
Terkini
Selasa 15-09-2026,23:46 WIB
Bahan Alami di Dapur yang Bisa Membantu Mengatasi Komedo
Selasa 15-09-2026,22:48 WIB
Gempa Susulan Flores Mulai Mereda, BMKG Siapkan Data untuk Mitigasi
Selasa 15-09-2026,22:21 WIB
Tujuh Makanan Bergizi yang Bisa Membantu Mencegah Stunting pada Balita
Selasa 15-09-2026,22:12 WIB
Pencarian KMP Virgo Transport 8 Fokus Melalui Udara, Kabasarnas dan Wamenhub Turun Langsung
Selasa 15-09-2026,21:26 WIB