Kolom asap dan material vulkanik juga membubung sangat tinggi, sementara abu letusan menyebar hingga mencakup wilayah sekitar 800 ribu kilometer persegi.
Dampak letusan tidak hanya dirasakan di sekitar Krakatau. Getaran gempa akibat erupsi dilaporkan terasa hingga Hawaii dan Amerika Selatan.
Bencana tersebut juga menewaskan sekitar 36 ribu orang, sebagian besar akibat tsunami yang terjadi setelah letusan.
Letusan Krakatau kemudian menjadi perhatian dunia karena dampaknya terhadap kondisi atmosfer.
Suhu global diperkirakan mengalami penurunan sekitar 0,5 hingga 1,2 derajat Celsius selama beberapa tahun setelah erupsi.
Fenomena atmosfer tersebut juga membuat langit tampak lebih merah saat siang hari, sementara bulan terkadang terlihat dengan warna kebiruan.