RADARTVNEWS.COM – Stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi gagal tumbuh pada anak ini tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi setelah lahir, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu sejak sebelum kehamilan. Salah satu masalah yang perlu dicegah adalah anemia pada remaja putri.
Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal sehingga kemampuan tubuh membawa oksigen menjadi terganggu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang mudah lelah, lemas, sulit berkonsentrasi hingga menurunnya produktivitas.
Kementerian Kesehatan menyebutkan, anemia pada remaja putri perlu menjadi perhatian karena mereka merupakan calon ibu. Jika anemia tidak ditangani dan berlanjut hingga masa kehamilan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin, bayi lahir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur hingga stunting.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 54,8 persen remaja putri dilaporkan belum pernah mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD). Selain itu, 51,4 persen remaja putri tidak mengonsumsi TTD karena belum mengetahui manfaatnya. Data tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai anemia masih menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
TTD mengandung zat besi dan asam folat yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Kementerian Kesehatan menganjurkan remaja putri mengonsumsi satu tablet TTD setiap minggu sebagai salah satu langkah pencegahan anemia.
Pencegahan stunting juga tidak berhenti pada pemberian TTD. Asupan makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pada masa kehamilan, ibu juga perlu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Kemenkes menekankan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan. Artinya, menjaga kesehatan remaja saat ini merupakan bagian dari investasi untuk menciptakan generasi yang sehat pada masa mendatang.
Karena itu, kesadaran mengenai anemia dan stunting perlu dibangun sejak lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Remaja putri juga perlu memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi dapat berpengaruh terhadap kesehatan dirinya dan generasi berikutnya.
Dengan pola makan bergizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin, risiko anemia dapat ditekan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya bersama mencegah stunting sejak dari hulu.