Tidur Sudah Cukup tapi Masih Mengantuk Saat Bangun? Ini Penjelasannya
RADARTVNEWS.COM – Tidur selama tujuh hingga delapan jam kerap dianggap cukup untuk membuat tubuh kembali bugar. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit orang yang justru masih merasa mengantuk, lemas, atau ingin kembali tidur ketika bangun pada pagi hari.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang bertanya-tanya, mengapa rasa kantuk masih muncul meski waktu tidur sudah terpenuhi? Ternyata, rasa segar setelah bangun tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang tidur, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas tidur, kebiasaan sehari-hari hingga kondisi fisik dan psikologis.
Salah satu penyebabnya adalah kualitas tidur yang kurang baik. Seseorang mungkin menghabiskan waktu tujuh hingga delapan jam di tempat tidur, tetapi tidurnya sering terbangun karena suara bising, cahaya, suhu ruangan yang tidak nyaman maupun gangguan pernapasan. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang optimal meski durasi tidur terlihat cukup.
Rasa kantuk setelah bangun juga dapat berkaitan dengan inersia tidur atau sleep inertia. Kondisi ini membuat seseorang membutuhkan waktu untuk sepenuhnya beralih dari keadaan tidur menuju kondisi terjaga. Akibatnya, seseorang dapat merasa berat membuka mata, linglung, kurang fokus, atau masih ingin tidur sesaat setelah bangun.
Kebiasaan sebelum tidur juga turut berpengaruh. Penggunaan ponsel, laptop, atau televisi dalam waktu lama, terutama menjelang tidur, dapat mengganggu proses tubuh untuk beristirahat. Paparan cahaya dari layar dapat memengaruhi produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur.
Selain itu, konsumsi minuman berkafein terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat membuat kualitas istirahat menurun. Meski seseorang tetap dapat tertidur, kafein dapat memengaruhi pola tidur sehingga tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal.
Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor lain yang sering tidak disadari. Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan duduk di depan komputer atau melakukan aktivitas minim gerak dapat membuat tubuh terasa kurang bugar. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, naik turun tangga, atau melakukan peregangan secara rutin dapat membantu tubuh tetap aktif dan lebih segar sepanjang hari.
Rasa kantuk yang muncul terus-menerus juga tidak selalu berasal dari kebiasaan tidur. Beberapa kondisi tertentu, seperti anemia atau kekurangan zat besi, dapat membuat tubuh mudah lelah, pusing, sulit berkonsentrasi dan mengantuk. Gangguan tidur seperti sleep apnea, insomnia, atau narkolepsi juga dapat membuat seseorang tetap mengantuk meski merasa sudah tidur cukup.
Faktor psikologis seperti stres dan kecemasan juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Pikiran yang terus aktif atau tekanan dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat seseorang sulit mendapatkan tidur yang benar-benar nyenyak. Akibatnya, tubuh masih terasa lelah ketika bangun pada pagi hari.
Untuk membantu tubuh terasa lebih segar setelah bangun, menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten dapat menjadi langkah awal. Kamar tidur juga sebaiknya dibuat nyaman, sementara penggunaan gawai dan konsumsi kafein menjelang waktu tidur perlu dibatasi.
Aktivitas fisik secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengelola stres juga dapat membantu menjaga kualitas tidur. Dengan begitu, perhatian tidak hanya tertuju pada jumlah jam tidur, tetapi juga pada bagaimana tubuh mendapatkan istirahat yang berkualitas.
Jika rasa kantuk berlebihan terus berlangsung meski pola tidur dan kebiasaan sehari-hari sudah diperbaiki, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Terlebih jika rasa lelah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis dapat dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan tidur atau kondisi kesehatan tertentu.
Jadi, tidur cukup belum tentu selalu berarti bangun dalam kondisi segar. Kualitas istirahat, pola hidup, kondisi tubuh, dan keadaan psikologis sama-sama berperan dalam menentukan seberapa bugar seseorang setelah terlelap sepanjang malam.
BACA JUGA:5 Langkah Sederhana Menenangkan Pikiran Agar Tidur Lebih Cepat Dan Nyenyak
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: halodoc