Kemarau Masih Berlangsung, Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat
Ilustrasi: Seseorang berkeringat dan kepanasan saat beraktivitas di bawah terik matahari. Kondisi cuaca panas saat kemarau membuat masyarakat perlu menjaga asupan cairan dan membatasi paparan panas berlebihan.-AI-
RADARNEWSTV.CO.ID – Musim kemarau masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Lampung. Kondisi cuaca yang cenderung kering dan panas membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh, terutama kecukupan cairan dan paparan panas saat beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan prospek cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Lampung pada periode 24–30 Agustus 2026 masih berada dalam fase musim kemarau. Kondisi atmosfer secara umum juga kurang mendukung pembentukan awan hujan dalam skala luas.
Secara nasional, BMKG juga menyebut kondisi kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 25–31 Agustus 2026. Pengaruh El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif menjadi salah satu faktor yang mendukung kondisi lebih kering di sejumlah wilayah.
Di tengah kondisi tersebut, menjaga kesehatan menjadi hal yang tidak kalah penting. Cuaca panas dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas hingga heatstroke, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan terlalu lama terpapar suhu tinggi.
Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air tubuh dan tidak menunggu sampai rasa haus muncul. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi paparan langsung sinar matahari, antara lain dengan menggunakan topi atau payung serta melindungi kulit menggunakan tabir surya.
Selain itu, aktivitas fisik yang berat sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama ketika kondisi lingkungan sedang panas. WHO menyebut paparan panas dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas hingga heatstroke yang merupakan kondisi darurat medis.
Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda tubuh mulai mengalami gangguan akibat panas. Kementerian Kesehatan menyebut kondisi sebelum heatstroke dapat ditandai dengan sakit kepala, keringat berlebihan, kulit pucat dan lembap, napas cepat, mual hingga nyeri otot.
Jika mulai merasakan gejala tersebut, aktivitas sebaiknya dihentikan sementara dan tubuh segera didinginkan. Asupan cairan juga perlu diperhatikan untuk membantu mencegah dehidrasi.
Dengan musim kemarau yang masih berlangsung, menjaga kesehatan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Membawa air minum, menghindari paparan matahari berlebihan, menggunakan pakaian yang nyaman serta memberikan waktu istirahat yang cukup dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuh beradaptasi dengan kondisi cuaca.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: bmkg lampung – prospek cuaca 7 hari