Nostalgia di Era Digital, Vinyl dan CD Kembali Menarik Perhatian Anak Muda

Rabu 19-08-2026,20:38 WIB
Reporter : MG – Adinda Laudya Syifa
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Di tengah kemudahan mendengarkan jutaan lagu melalui layanan streaming, vinyl dan CD kembali menarik perhatian anak muda. Bagi sebagian pendengar, menikmati musik kini bukan hanya soal mendengarkan lagu, tetapi juga pengalaman memiliki dan mengoleksi album secara fisik.

Fenomena tersebut terlihat dari perkembangan industri musik global. International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) mencatat pendapatan musik fisik secara global meningkat 8 persen pada 2025. Penjualan vinyl tumbuh 13,7 persen, sekaligus mencatat tahun ke-19 pertumbuhan berturut-turut. Sementara itu, pendapatan dari CD meningkat 3,7 persen.

Meski demikian, streaming masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam menikmati musik. Pada 2025, streaming menyumbang sekitar 69,6 persen dari total pendapatan musik rekaman global. Kondisi ini menunjukkan bahwa meningkatnya minat terhadap vinyl dan CD tidak berarti masyarakat mulai meninggalkan layanan digital.

Streaming menawarkan kepraktisan karena pengguna dapat mengakses berbagai lagu tanpa harus memiliki album secara fisik. Sebaliknya, vinyl dan CD memberikan pengalaman yang lebih personal, mulai dari memilih album, melihat sampul, membaca informasi di dalam kemasan, hingga menyimpan koleksi.

BACA JUGA:Platform Streaming Mengubah Cara Masyarakat Menikmati Hiburan

Bagi sebagian anak muda, album fisik juga memiliki nilai sentimental. Sebuah CD atau vinyl dapat menjadi pengingat terhadap musisi, lagu, maupun periode tertentu dalam kehidupan. Karena itu, album tidak hanya berfungsi sebagai media untuk mendengarkan musik, tetapi juga dapat menjadi benda koleksi.

Vinyl memiliki daya tarik tersendiri melalui bentuknya yang besar dan karakter visual pada sampul album. Proses memasang piringan dan memutarnya juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan memilih lagu hanya melalui layar ponsel.

Kebangkitan musik fisik menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat format lama kehilangan peminat. Ketika akses terhadap musik semakin mudah, sebagian pendengar justru mencari pengalaman yang terasa lebih nyata dan personal.

Tren tersebut juga memperlihatkan perubahan cara masyarakat memandang musik. Jika dahulu CD dan vinyl menjadi sarana utama untuk mendengarkan album, kini keduanya dapat memiliki fungsi tambahan sebagai koleksi, memorabilia, hingga bagian dari identitas penggemar.

Namun, musik fisik masih menjadi bagian yang lebih kecil dibandingkan streaming dalam industri musik global. Karena itu, meningkatnya penjualan vinyl dan CD lebih tepat dilihat sebagai kembalinya minat terhadap pengalaman menikmati musik secara fisik, bukan sebagai tanda berakhirnya era streaming.

Perpaduan keduanya akhirnya memberikan pilihan bagi pendengar. Musik dapat dinikmati secara praktis melalui layanan streaming, sekaligus tetap diapresiasi melalui album fisik yang dapat dimiliki dan dikoleksi.

Kategori :