Sering Pusing? Kenali 5 Jenis Sakit Kepala yang Berbeda

Jumat 07-08-2026,15:37 WIB
Reporter : MG - Muthia Afifah
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Sering mengalami sakit kepala tetapi bingung apakah itu migrain, vertigo, atau hanya kelelahan biasa? Faktanya, tidak semua sakit kepala memiliki penyebab maupun gejala yang sama. Setiap jenis sakit kepala memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari lokasi nyeri, durasi, hingga faktor pemicunya. Mengenali perbedaannya dapat membantu seseorang menentukan penanganan yang tepat sekaligus mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan medis.

Menurut International Headache Society (IHS) melalui The International Classification of Headache Disorders (ICHD-3), terdapat ratusan jenis sakit kepala. Namun, beberapa di antaranya merupakan jenis yang paling sering dialami masyarakat.

1. Migrain

Migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala primer yang paling umum. Nyeri biasanya terasa berdenyut pada satu sisi kepala, baik di bagian pelipis, dahi, maupun belakang mata. Meski demikian, pada sebagian orang migrain juga dapat menyerang kedua sisi kepala. 

Serangan migrain dapat berlangsung antara 4 hingga 72 jam dan sering disertai mual, muntah, serta sensitivitas tinggi terhadap cahaya, suara, atau bau tertentu. Sebagian penderita juga mengalami aura, yaitu gangguan sementara yang muncul sebelum sakit kepala, seperti melihat kilatan cahaya, pandangan kabur, muncul titik-titik hitam, hingga kesemutan pada wajah atau tangan. Migrain dapat dipicu oleh kurang tidur, stres, perubahan hormon, konsumsi makanan tertentu, hingga perubahan cuaca.

2. Tension-Type Headache (Sakit Kepala Tegang) Sakit kepala tegang merupakan jenis yang paling sering dialami masyarakat. Berbeda dengan migrain, nyerinya tidak berdenyut, melainkan terasa seperti kepala diikat, ditekan, atau dihimpit benda berat.

Rasa sakit biasanya muncul di kedua sisi kepala, terutama pada dahi, pelipis, hingga bagian belakang kepala yang menjalar ke leher dan bahu. Intensitas nyeri umumnya ringan hingga sedang dan tidak bertambah parah saat melakukan aktivitas fisik ringan. Pemicu paling umum adalah stres, kelelahan, kurang tidur, terlalu lama menatap layar komputer, serta posisi duduk atau leher yang kurang ergonomis.

3. Cluster Headache Cluster headache tergolong lebih jarang dibandingkan migrain, tetapi sering disebut sebagai salah satu jenis sakit kepala dengan nyeri paling berat. Nyeri muncul di sekitar satu mata atau satu sisi kepala, terasa sangat tajam seperti ditusuk atau terbakar, dan biasanya berlangsung antara 15 menit hingga 3 jam. Serangan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan, kemudian menghilang dalam waktu tertentu sebelum kambuh kembali.

Gejala lain yang sering menyertai meliputi mata berair, mata merah, hidung tersumbat atau berair, wajah berkeringat, hingga kelopak mata turun pada sisi yang mengalami nyeri.

4. Sinus Headache Sakit kepala sinus terjadi akibat peradangan atau infeksi pada rongga sinus, misalnya karena sinusitis. Nyeri umumnya terasa di area dahi, pangkal hidung, pipi, sekitar mata, atau tulang pipi. Rasa sakit biasanya bertambah saat penderita membungkuk, menundukkan kepala, atau bergerak secara tiba-tiba.

Selain nyeri kepala, penderita sering mengalami hidung tersumbat, pilek dengan lendir kental, tekanan pada wajah, demam, serta berkurangnya kemampuan mencium bau. Karena gejalanya dapat menyerupai migrain, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

5. Cervicogenic Headache Cervicogenic headache merupakan sakit kepala yang berasal dari gangguan pada leher, seperti masalah pada sendi, otot, atau tulang belakang bagian leher. Nyeri biasanya dimulai dari tengkuk atau belakang kepala, kemudian menjalar ke pelipis, dahi, bahkan area sekitar mata. Umumnya rasa sakit hanya terjadi pada satu sisi kepala dan akan memburuk ketika leher digerakkan atau dipertahankan dalam posisi tertentu terlalu lama.

Jenis sakit kepala ini sering dialami oleh orang yang bekerja di depan komputer dalam waktu lama, memiliki postur tubuh yang kurang baik, atau pernah mengalami cedera pada leher.

Vertigo Bukan Jenis Sakit Kepala Masyarakat sering menganggap vertigo sebagai salah satu jenis sakit kepala. Padahal, vertigo bukan merupakan sakit kepala, melainkan gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Vertigo ditandai dengan sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar berputar, meski sebenarnya tidak ada gerakan. Kondisi ini sering disertai mual, muntah, kehilangan keseimbangan, hingga sulit berdiri atau berjalan.

Meski sebagian penderita vertigo juga mengeluhkan pusing atau sakit kepala, penyebab utamanya berbeda. Vertigo umumnya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam, seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), penyakit Ménière, infeksi telinga, maupun gangguan pada sistem saraf.

Kesimpulan Sakit kepala memiliki berbagai jenis dengan karakteristik yang berbeda-beda. Migrain umumnya menyebabkan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala, tension-type headache terasa seperti kepala diikat, cluster headache menimbulkan nyeri hebat di sekitar satu mata, sinus headache berkaitan dengan peradangan sinus, sedangkan cervicogenic headache berasal dari gangguan pada leher. Sementara itu, vertigo bukan merupakan jenis sakit kepala, melainkan gangguan keseimbangan yang sering disalahartikan karena sama-sama menimbulkan rasa pusing. Mengenali perbedaan gejala tersebut dapat membantu seseorang memperoleh penanganan yang tepat serta mencegah keterlambatan diagnosis.

Kategori :