Bandar Lampung, RADARTVNEWS.COM- Longsoran salju di Broad Peak, Pakistan, pada 30 Juli 2026 menewaskan sejumlah pendaki dalam ekspedisi Himalaya, termasuk Nims Dai, pendaki Nepal yang mencatat sejarah sebagai salah satu tokoh penting dunia pendakian melalui pencapaiannya menaklukkan 14 gunung berketinggian di atas 8.000 meter. Kepergian para pendaki handal tersebut meninggalkan duka mendalam bagi komunitas pendaki dunia, terutama bagi sahabat Nims Dai yang mengenang sosoknya sebagai rekan seperjalanan yang mengubah sejarah pendakian.
Kabar kehilangan tersebut disampaikan oleh Seven Summit Treks (SST) melalui akun Instagram resminya dalam unggahan berjudul "Farewell Climbers, May You Soar High!". SST menyebut tragedi ini sebagai salah satu kehilangan terbesar yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir. Dalam pernyataannya, SST menyampaikan bahwa tiga pendaki dari tim mereka menjadi korban dalam longsoran tersebut. Bersama mereka, dunia pendakian juga kehilangan sejumlah pendaki lain yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Himalaya dan dunia pegunungan. SST mengatakan bahwa para pendaki yang berada di gunung-gunung tinggi memahami risiko yang mereka hadapi. Namun, kecintaan terhadap pegunungan membuat mereka terus mengejar mimpi dan tantangan yang menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka. "Alam tidak pernah memberikan ruang yang mudah. Pegunungan tinggi tetap memiliki bahaya yang melekat, dan setiap pendaki yang pergi ke sana memahami risiko yang harus dihadapi," tulis Seven Summit Treks. Setelah kabar longsoran tersebut muncul, harapan masih dipertahankan oleh tim, keluarga, dan komunitas pendaki. Mereka berharap seluruh anggota ekspedisi dapat kembali dengan selamat. Namun, harapan itu akhirnya berubah menjadi kehilangan yang sulit diterima. Dunia pendakian harus menerima kenyataan bahwa beberapa pendaki terbaik mereka tidak kembali dari perjalanan menuju puncak. Di tengah kabar duka tersebut, seorang sahabat sekaligus rekan pendaki Nims Dai menyampaikan pesan penghormatan yang penuh kesedihan. Ia tidak hanya mengenang Nims sebagai pendaki hebat, tetapi sebagai seorang saudara yang telah berbagi perjalanan panjang di dunia pegunungan. Ia mengenang pertemuan pertama mereka 11 tahun lalu di Himalayan Java, Thamel. Saat itu, sebuah percakapan sederhana tidak pernah disangka akan menjadi awal dari perjalanan yang kemudian mengukir sejarah dalam dunia pendakian. Menurutnya, Nims memiliki sesuatu yang jarang dimiliki banyak orang. Ia memiliki keberanian, tekad, dan keyakinan kuat untuk menghadapi tantangan yang dianggap mustahil. Kenangan yang paling membekas adalah ketika mereka berdiri bersama di puncak Gunung Dhaulagiri pada 18 Mei 2014. Saat itu menjadi pendakian pertama Nims di gunung dengan ketinggian lebih dari 8.000 meter. Bagi sang sahabat, momen tersebut menjadi awal dari perjalanan luar biasa seorang pendaki yang kemudian menginspirasi dunia. "Sejak saat itu, jiwa Anda menyatu dengan pegunungan," tulisnya dalam pesan penghormatan tersebut. Perjalanan Nims kemudian membawa namanya ke panggung internasional. Ia berhasil menyelesaikan pendakian seluruh 14 gunung dengan ketinggian lebih dari 8.000 meter dan menjadi bagian dari sejarah pendakian musim dingin pertama Gunung K2. Namun, bagi sahabatnya, pencapaian tersebut bukan sekadar angka atau rekor dunia. Hal terbesar yang ditinggalkan Nims adalah semangat untuk berani bermimpi lebih tinggi dan memperjuangkan sesuatu yang dianggap mustahil. Ia mengenang Nims sebagai sosok yang mampu menginspirasi generasi baru pendaki untuk percaya pada kemampuan diri dan terus melangkah menghadapi tantangan. "Warisan Anda akan hidup di setiap gunung, setiap pendaki, dan setiap mimpi yang mengarah menuju puncak-puncak tertinggi," tulis sang sahabat. Tragedi Broad Peak menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjalanan menuju puncak terdapat manusia dengan cerita dan kehidupan yang berharga. Mereka bukan hanya pendaki, tetapi juga anak, sahabat, dan bagian dari keluarga yang kini merasakan kehilangan. Keberanian dan semangat para pendaki yang berpulang akan terus dikenang oleh komunitas Himalaya. Jejak mereka tetap hidup melalui gunung-gunung yang pernah mereka daki dan orang-orang yang pernah berjalan bersama mereka. Selamat jalan, para pendaki. Semoga kalian terbang tinggi untuk selamanya.Duka Para Pendaki Atas Kehilangan Para Pendaki Handal di Broad Peak
Selasa 04-08-2026,15:54 WIB
Reporter : Kathina Octavia
Editor : Jefri Ardi
Tags : ##tragedi himalaya
##seven summit treks
##pendakian gunung
##pendaki nepal
##nims dai
##komunitas pendaki
##k2
##dhaulagiri
##broad peak
##14 puncak dunia
Kategori :
Terkait
Selasa 04-08-2026,15:54 WIB
Duka Para Pendaki Atas Kehilangan Para Pendaki Handal di Broad Peak
Terpopuler
Selasa 04-08-2026,17:23 WIB
Sejarah Baru di EWC MLBB 2026, Team Spirit Sabet Gelar Juara Dunia
Selasa 04-08-2026,17:38 WIB
Senyum Guru Dan Harapan Sekolah Rusak Usai MK Coret Anggaran MBG dari Pos Pendidikan
Selasa 04-08-2026,11:44 WIB
Pakar Komunikasi Politik Ingatkan Kabinet Bayangan, Kritik Harus Rasional dan Berbasis Data
Selasa 04-08-2026,11:51 WIB
Merekam Kecelakaan Demi Konten? Ketahui Dampaknya bagi Proses Evakuasi
Selasa 04-08-2026,12:53 WIB
Timnas Indonesia Tumbang 0-3 dari Vietnam di Laga Grup A Piala AFF 2026
Terkini
Rabu 05-08-2026,00:47 WIB
Luka Batin yang Dipendam Berpengaruh pada Kesehatan, Ini Penjelasan dr.Zaidul Akbar
Selasa 04-08-2026,21:36 WIB
15 Mahasiswa KPI UIN RIL Resmi Diserahkan ke Radar Lampung TV dalam program PKL 2026
Selasa 04-08-2026,21:28 WIB
Survei DAMRI Dimulai, Suara Masyarakat Jadi Kunci Pengembangan Rute Baru di Lampung Selatan
Selasa 04-08-2026,21:22 WIB
Maroon 5 Gelar Tur Asia 2027, Jakarta Kembali Masuk Daftar Kota Konser!
Selasa 04-08-2026,21:16 WIB