Sering Makan Gorengan Bisa Picu Beragam Masalah Kesehatan, Ini yang Perlu Diperhatikan!
--
RADARTVNEWS.COM — Gorengan menjadi salah satu makanan yang banyak digemari karena memiliki rasa gurih dan tekstur renyah. Tempe, tahu, ayam, pisang, hingga makanan yang dilapisi tepung sering diolah dengan cara digoreng agar terasa lebih nikmat.
Namun, kebiasaan mengonsumsi gorengan terlalu sering perlu diperhatikan. Proses penggorengan dapat membuat makanan menyerap minyak sehingga jumlah kalori dan lemaknya meningkat. Nilai gizi bahan makanan juga dapat berkurang setelah melalui proses pengolahan tersebut.
Salah satu dampaknya adalah meningkatnya risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Makanan yang digoreng umumnya memiliki kalori lebih tinggi dibandingkan makanan yang direbus atau dikukus. Kandungan lemak trans juga dapat berpengaruh terhadap nafsu makan dan penyimpanan lemak di dalam tubuh.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Konsumsi gorengan secara berlebihan juga berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol. Lemak trans dapat meningkatkan kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap gangguan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke.
Selain itu, pola konsumsi gorengan yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Makanan yang digoreng, terutama yang menggunakan lapisan tepung, cenderung mengandung lebih banyak kalori, karbohidrat, dan lemak tidak sehat.
Risiko lainnya berkaitan dengan proses memasak menggunakan suhu tinggi. Penggorengan dapat menghasilkan akrilamida, terutama pada makanan bertepung. Zat tersebut menjadi perhatian karena dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dalam sejumlah penelitian.
BACA JUGA:Bahaya Mengonsumsi Makanan Berminyak pada Malam Hari, Waspadai Dampaknya untuk Kesehatan
Kualitas minyak juga perlu diperhatikan. Penggunaan minyak secara berulang dapat membuat minyak mengalami kerusakan dan oksidasi. Kondisi tersebut dapat menghasilkan radikal bebas yang berpotensi merusak sel tubuh.
Cara Mengurangi Risikonya
Bukan berarti gorengan harus sepenuhnya dihindari. Namun, konsumsinya sebaiknya dibatasi dan tetap diimbangi dengan makanan bergizi.
Jika tetap ingin menggoreng, penggunaan minyak sebaiknya tidak dilakukan berulang kali. Menurut dr. Marianti dari artikel Alodokter juga menyarankan memilih minyak yang lebih sesuai, memperhatikan suhu penggorengan sekitar 176-190 derajat Celsius, serta meniriskan makanan setelah matang agar minyak berlebih berkurang.
Alternatif lainnya adalah menggunakan metode memasak seperti memanggang atau memanfaatkan air fryer. Membuat gorengan sendiri di rumah juga dapat membantu mengontrol jenis minyak dan proses memasaknya.
Dengan demikian, menikmati gorengan sesekali tetap perlu disertai perhatian terhadap jumlah dan pola makan secara keseluruhan. Membatasi konsumsi makanan yang digoreng dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga pola makan tetap seimbang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: