Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui call center, WhatsApp, maupun laman resmi yang disediakan BGN. Setiap laporan yang masuk akan dikembangkan ke dalam sistem yang dilengkapi nomor registrasi sehingga proses penanganannya dapat dipantau secara terbuka.
Menurut Sudaryono, pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu merupakan bagian dari komitmen BGN membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel.
"Ini menunjukkan komitmen sebagaimana sudah saya sampaikan di awal-awal dulu. Kita ini maunya terang benderang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap. Semuanya harus terang benderang," ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat peluncuran Pusat Pelayanan Terpadu di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).
Sudaryono menjelaskan, kehadiran layanan tersebut juga dimaksudkan untuk memastikan seluruh komunikasi terkait Program MBG berlangsung melalui mekanisme resmi. Dengan demikian, setiap aduan maupun permohonan informasi dapat terdokumentasi dan ditindaklanjuti secara transparan.
"Segala aduan, segala hal yang memang perlu dibicarakan harus dibicarakan secara resmi," kata Sudaryono.
BGN juga tengah menyempurnakan sistem pengelolaan pengaduan agar setiap laporan masyarakat memperoleh nomor registrasi dan perkembangan penanganannya dapat dipantau hingga selesai.
"Kasih kami beberapa hari, ini insyaallah semua aduan ada nomor aduannya, aduannya itu ditindaklanjuti sampai di mana, sudah ditanggapi bagaimana, dan lain-lain, insyaallah kita siapkan itu semua. Sehingga betul-betul orang itu tidak ada yang tidak merasa puas," ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Penguatan sistem pengawasan tersebut diharapkan tidak hanya mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap salah satu program prioritas pemerintah. Dengan pengawasan yang melibatkan audit, evaluasi internal, serta partisipasi publik melalui mekanisme pengaduan, BGN berharap setiap anggaran yang dikelola dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi nasional.