Saat perut kram, rebahan memang paling nikmat. Namun, rebahan terlalu lama justru bisa membuat aliran darah kurang lancar.
Cobalah lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki santai atau yoga. Aktivitas fisik memicu otak melepaskan hormon endorfin, yaitu pereda nyeri alami tubuh yang juga bisa mendongkrak suasana hati Anda.
5. Jaga Pola Makan dan Batasi Kafein
Apa yang Anda konsumsi saat haid sangat berpengaruh. Hindari sementara kopi, teh pekat, soda, makanan terlalu asin, dan gorengan.
Kafein dan garam berlebih bisa memicu retensi air yang membuat perut makin begah dan kram makin intens. Sebaliknya, perbanyak minum air putih hangat dan konsumsi buah seperti pisang.
6. Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Jika nyeri sudah tidak tertahankan dan mengganggu aktivitas, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti Paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid seperti Ibuprofen. Pastikan selalu minum obat sesuai dosis dan diminum setelah makan.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun nyeri haid itu lumrah, Anda harus tetap waspada. Segera konsultasikan ke dokter spesialis kandungan jika rasa sakit terasa sangat ekstrem hingga membuat Anda pingsan, muntah, atau darah haid keluar sangat banyak.
Nyeri yang terlalu hebat bisa jadi merupakan gejala dari kondisi medis tertentu, seperti endometriosis atau fibroid rahim.(*)