Starbucks Diboikot di Korea Selatan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis 18-06-2026,12:37 WIB
Reporter : MG Ardhia Nareen Cahya Sandrin
Editor : Jefri Ardi

BACA JUGA:Drama Korea “The Art of Sarah”, Benarkah Menggambarkan Kebohongan di Balik Brand Fashion Kelas Dunia?

Sebagai langkah pemulihan, Starbucks Korea mengumumkan bahwa seluruh gerainya di Korea Selatan akan tutup lebih awal pada 22 Juni 2026. Waktu operasional yang dipersingkat tersebut digunakan untuk memberikan pelatihan sejarah dan sensitivitas sosial kepada karyawan, termasuk jajaran manajemen perusahaan. 

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu sejarah dan budaya yang memiliki makna penting bagi masyarakat Korea Selatan.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus memastikan kesalahan serupa tidak terulang pada kampanye pemasaran di masa mendatang. 

Bagi banyak pengamat, keputusan menutup operasional lebih awal di seluruh gerai menunjukkan bahwa perusahaan memandang kontroversi ini sebagai persoalan serius, bukan sekadar kesalahan promosi biasa.

Meski kampanye tersebut telah ditarik dan perusahaan telah meminta maaf, kontroversi "Tank Day" menunjukkan bahwa kesalahan kecil dalam pemasaran dapat menimbulkan dampak besar ketika bersinggungan dengan sejarah dan identitas suatu bangsa. 

Di era media sosial, satu kampanye yang dianggap tidak sensitif dapat dengan cepat berkembang menjadi krisis reputasi yang memengaruhi kepercayaan publik terhadap sebuah merek. (*) 

 

Kategori :