Meski terlihat tidak berbahaya, sleepwalking tetap menyimpan risiko.Dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar, seseorang bisa saja tanpa sengaja menabrak benda, terjatuh, atau bahkan berjalan keluar rumah tanpa menyadarinya.
Yang membuatnya cukup berisiko, tindakan yang dilakukan saat sleepwalking biasanya tidak disertai kesadaran atau kontrol, sehingga sulit diprediksi.
Karena itu, kondisi ini tetap perlu diperhatikan, terutama jika terjadi berulang.
Cara mengurangi kemunculannya
Untuk mengurangi kemunculan Sleepwalking, hal paling dasar yang bisa dilakukan adalah menjaga pola tidur tetap teratur. Tidur cukup dan konsisten membantu tubuh menjaga ritme tidur yang stabil.
Selain itu, suasana sebelum tidur juga berpengaruh besar. Pikiran yang terlalu aktif karena stres, overthinking, atau terlalu lama menatap layar dapat mengganggu proses tidur dalam. Lingkungan tidur yang aman juga penting, seperti mengunci pintu, merapikan ruangan, dan menjauhkan benda-benda berbahaya.
Pada beberapa kasus, menghindari alkohol atau obat tertentu sebelum tidur juga disarankan karena dapat mengganggu kualitas tidur. Jika sleepwalking terjadi terlalu sering, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.
Pada akhirnya, Sleepwalking menunjukkan bahwa tidur bukan sekadar tubuh berhenti beraktivitas. Di balik mata yang terpejam, otak tetap bekerja dalam ritme yang kompleks.
Dan ketika ritme itu sedikit terganggu, muncullah kondisi unik di mana tubuh tampak bangun, tetapi pikiran masih tertinggal di dunia mimpi. (*)