Terbangun Jam 3 Pagi Bukan sekadar Kebetulan, Ini Pemicunya
Ilustrasi Terbangun Dini Hari --Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Pernahkah kamu tiba-tiba membuka mata dan melihat jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari? Anehnya, setelah terbangun, rasa kantuk justru hilang dan pikiran mulai aktif memikirkan berbagai hal.
Jika kamu pernah mengalaminya, tenang saja. Kondisi ini ternyata cukup umum terjadi dan memiliki penjelasan ilmiah yang menarik!
Banyak orang mengaitkan terbangun pada pukul 3 pagi dengan hal-hal mistis. Padahal, dalam dunia kesehatan, fenomena ini lebih sering berkaitan dengan siklus tidur, kondisi psikologis, hingga kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari memengaruhi kualitas istirahat.
Secara alami, tubuh manusia mengikuti ritme sirkadian atau jam biologis. Pada dini hari, suhu tubuh mulai menurun dan kadar hormon tertentu mengalami perubahan.
Di waktu yang sama, fase tidur juga menjadi lebih ringan dibandingkan saat awal malam. Karena itulah seseorang lebih mudah terbangun sekitar pukul 2 hingga 4 pagi.
Selain faktor biologis, stres dan kecemasan juga menjadi penyebab utama. Ketika seseorang sedang menghadapi tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau banyak pikiran, otak tetap berada dalam kondisi siaga meskipun tubuh sedang tidur.
Akibatnya, seseorang bisa terbangun di tengah malam dan kesulitan kembali terlelap.
BACA JUGA: Sleepwalking: Kenapa Seseorang Bisa Jalan Saat Tidur Tanpa Sadar?
Kebiasaan sebelum tidur juga memiliki peran besar. Menggunakan ponsel, menonton layar terlalu lama, atau mengonsumsi kopi pada sore dan malam hari dapat mengganggu produksi melatonin.
Melatonin adalah hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Ketika produksinya terganggu, kualitas tidur ikut menurun dan risiko terbangun pada dini hari menjadi lebih tinggi.
Dalam beberapa kasus, terbangun jam 3 pagi juga dapat dipicu oleh kondisi kesehatan tertentu. Misalnya sleep apnea, gangguan pernapasan saat tidur, nyeri kronis, gangguan asam lambung, hingga perubahan hormon.
Orang yang sering buang air kecil pada malam hari juga lebih rentan mengalami gangguan tidur berulang.
Meski terlihat sepele, kebiasaan sering terbangun di tengah malam bisa memberikan dampak pada kesehatan. Kurang tidur membuat tubuh lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan produktivitas.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kondisi emosional serta meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: