Iran Bahas RUU Kontroversial, Pembunuh Trump dan Netanyahu Bisa Dapat Rp950 Miliar

Kamis 21-05-2026,19:13 WIB
Reporter : MG - Tri Suci Sandrika
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Wacana kontroversial datang dari Iran setelah parlemen negara tersebut dikabarkan tengah membahas rancangan undang-undang yang menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang bisa membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Nilai hadiah yang disebut dalam pembahasan itu mencapai EUR 50 juta atau setara sekitar Rp950 miliar. Informasi tersebut ramai dibahas media internasional dan langsung memicu perhatian publik dunia.

Rancangan aturan itu disebut masuk dalam legislasi bertajuk Counter-Action by the Military and Security Forces of the Islamic Republic. Isi pembahasannya berkaitan dengan langkah balasan Iran terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam serangan ke Teheran beberapa waktu lalu.

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyebut sejumlah nama pejabat luar negeri masuk dalam target aksi balasan tersebut.

Selain Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, nama Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper juga ikut disebut dalam pembahasan rancangan undang-undang itu.

Isu ini muncul setelah ketegangan politik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir. Hubungan ketiga negara memang sudah lama berada dalam situasi yang tegang, terutama terkait konflik kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA: Misi Kemanusiaan ke Gaza Berujung Pencegatan, Dunia Kecam Penangkapan Aktivis dan Jurnalis

Menurut laporan beberapa media internasional, voting terhadap rancangan undang-undang tersebut disebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun hingga kini belum ada keputusan final apakah aturan itu benar-benar akan disahkan atau tidak.

Wacana hadiah besar tersebut langsung menuai banyak reaksi dari publik internasional. Tidak sedikit yang menilai langkah itu bisa memperkeruh situasi geopolitik yang saat ini sudah sensitif.

Di media sosial, pembahasan soal hadiah Rp950 miliar itu juga ramai jadi perdebatan. Ada yang menganggap isu tersebut hanya bagian dari tekanan politik Iran, tapi ada juga yang khawatir situasi ini bisa memicu konflik lebih luas.

Beberapa hari sebelum isu rancangan undang-undang itu mencuat, media pro-pemerintah Iran bernama Masaf juga sempat mengklaim adanya dana jutaan dolar untuk operasi bertajuk “Kill Trump”.

Klaim tersebut kemudian makin memperbesar perhatian dunia internasional terhadap sikap politik Iran belakangan ini.

Sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait kabar pembahasan hadiah tersebut. Namun isu itu terus jadi sorotan karena melibatkan nama pemimpin negara besar.

Situasi ini juga membuat banyak pengamat politik internasional menilai ketegangan di Timur Tengah masih jauh dari kata reda. Apalagi hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa tahun terakhir memang terus diwarnai konflik dan saling ancam.

Meski begitu, banyak pihak berharap ketegangan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Diplomasi dan jalur komunikasi internasional dinilai tetap penting untuk mencegah situasi makin memburuk.

Kategori :