RADARTVNEWS.COM – Kebiasaan membagikan link atau tautan di media sosial maupun aplikasi pesan instan kini perlu lebih diwaspadai. Di tengah meningkatnya aktivitas digital, berbagai modus kejahatan siber semakin berkembang dan memanfaatkan kelengahan pengguna internet. Tidak sedikit kasus kehilangan uang di rekening bermula dari tautan mencurigakan yang dibuka atau dibagikan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Banyak pengguna menganggap link yang dikirim teman, grup keluarga, atau media sosial aman untuk dibuka. Padahal, pelaku kejahatan digital kini semakin pintar menyamarkan tautan berbahaya agar terlihat seperti situs resmi bank, marketplace, layanan ekspedisi, hingga undangan hadiah atau promo tertentu.
Salah satu modus yang paling sering terjadi adalah phishing, yaitu upaya pencurian data pribadi melalui situs palsu. Korban biasanya diarahkan ke halaman login yang tampak mirip dengan layanan resmi. Setelah memasukkan username, password, PIN, atau kode OTP, data tersebut langsung disalahgunakan pelaku untuk mengakses akun keuangan korban.
Tidak hanya itu, beberapa link juga dapat mengandung malware atau program berbahaya. Saat diklik, perangkat bisa terinfeksi tanpa disadari. Dalam kondisi tertentu, malware mampu mencuri informasi sensitif seperti data mobile banking, password akun, hingga akses ke aplikasi dompet digital.
Risiko semakin besar jika pengguna sembarangan membagikan link tanpa memeriksa sumbernya. Link palsu yang disebarkan ulang bisa membuat lebih banyak orang menjadi korban, terutama jika dikirim melalui akun yang dipercaya seperti teman atau kerabat.
Berikut beberapa jenis link yang perlu diwaspadai:
1. Link hadiah atau undian mencurigakan
- Biasanya menawarkan hadiah besar dengan syarat mengisi data pribadi.
2. Tautan mengatasnamakan bank atau dompet digital
- Sering meminta login ulang, verifikasi akun, atau pembaruan data.
3. Link paket atau pengiriman palsu
- Pelaku menyamar sebagai jasa ekspedisi dan meminta korban membuka tautan.
4. Promo tidak masuk akal
- Diskon besar atau barang murah ekstrem sering dipakai untuk memancing korban.
5. File APK dari link asing
- Aplikasi di luar toko resmi berisiko membawa malware berbahaya.
Agar lebih aman, pengguna disarankan tidak asal klik atau membagikan tautan yang belum jelas sumbernya. Periksa alamat website dengan teliti, karena situs palsu sering menggunakan nama yang mirip dengan layanan resmi tetapi memiliki perbedaan kecil pada domain.
Selain itu, jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, password, atau data rekening kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank atau layanan tertentu. Lembaga resmi umumnya tidak meminta informasi sensitif melalui pesan pribadi atau telepon.
Mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting juga menjadi langkah perlindungan tambahan. Rutin memperbarui sistem keamanan perangkat dan menggunakan aplikasi resmi dari toko aplikasi terpercaya dapat membantu mengurangi risiko serangan siber.
Jika terlanjur membuka link mencurigakan atau merasa data rekening terancam, segera ubah password akun, blokir layanan mobile banking sementara, dan hubungi pihak bank terkait untuk tindakan pengamanan lebih lanjut.