Apa Benar Vape Lebih Berbahaya dari Rokok Konvensional?

Jumat 24-04-2026,15:36 WIB
Reporter : MG Alfaritsi Hardiansyah
Editor : Reki. M

RADARTVNEWS.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan rokok elektronik atau vape semakin marak, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda.

Banyak orang beralih ke vape karena dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal, anggapan ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli kesehatan, dan sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa vape juga menyimpan risiko serius, bahkan dalam beberapa kondisi bisa lebih berbahaya.

Salah satu faktor utama yang membuat vape berisiko adalah kandungan zat kimianya.

Cairan vape atau liquid umumnya mengandung nikotin, zat perasa, serta bahan kimia tambahan seperti propilen glikol dan gliserin.

Ketika cairan ini dipanaskan, proses tersebut dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti formaldehida, asetaldehida, dan akrolein.

Zat-zat ini dikenal dapat merusak jaringan paru-paru dan berpotensi memicu kanker dalam jangka panjang.

Selain itu, kadar nikotin dalam vape sering kali tidak konsisten dan bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan rokok biasa.

Hal ini membuat pengguna lebih rentan mengalami kecanduan. Pada remaja, paparan nikotin dapat mengganggu perkembangan otak, terutama pada bagian yang mengatur konsentrasi, emosi, dan pengambilan keputusan.

Ini menjadi alasan mengapa vape sangat berbahaya jika digunakan sejak usia muda.

Dari sisi kesehatan paru-paru, vape juga tidak bisa dianggap aman. Salah satu kondisi yang dikaitkan dengan penggunaan vape adalah EVALI.

Penyakit ini menyebabkan peradangan serius pada paru-paru dan dapat menimbulkan gejala seperti sesak napas, nyeri dada, batuk, hingga demam.

Dalam beberapa kasus, EVALI bahkan bisa berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Tidak hanya paru-paru, vape juga berdampak pada sistem kardiovaskular. Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat detak jantung, dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko penyakit jantung dan stroke akan meningkat.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kurangnya penelitian jangka panjang mengenai vape.

Karena produk ini tergolong relatif baru, dampak penggunaannya dalam jangka waktu puluhan tahun belum sepenuhnya diketahui. Ini berarti ada kemungkinan risiko kesehatan lain yang belum terungkap.

Meskipun vape sering dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman dari rokok, kenyataannya tetap memiliki banyak risiko kesehatan.

Kandungan bahan kimia berbahaya, potensi kecanduan tinggi, serta dampak negatif terhadap paru-paru dan jantung menjadi alasan kuat untuk lebih berhati-hati.

Edukasi yang tepat sangat penting agar masyarakat tidak salah kaprah dalam memandang vape sebagai pilihan yang lebih sehat. (*)

Kategori :