Kebiasaan Merokok Sehabis Makan, Nikmat Sesaat, Risiko Berkepanjangan
ilustrasi-foto: Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Merokok sehabis makan sering dianggap sebagai momen paling nikmat bagi sebagian perokok. Setelah perut terasa kenyang, rokok seolah menjadi pelengkap yang menyempurnakan waktu santai. Kebiasaan ini bahkan sudah menjadi rutinitas harian yang sulit dilepaskan. Namun, di balik rasa puas tersebut, terdapat berbagai dampak kesehatan yang kerap diabaikan.
Sensasi nikmat saat merokok setelah makan bukan tanpa alasan. Setelah makan, aliran darah dalam tubuh meningkat untuk membantu proses pencernaan. Kondisi ini membuat nikotin lebih cepat diserap ke dalam aliran darah, sehingga efek relaksasi dan kepuasan terasa lebih kuat dibandingkan saat merokok di waktu lain. Inilah yang membuat banyak perokok merasa rokok sehabis makan lebih memuaskan.
Sayangnya, kebiasaan ini dapat berdampak buruk pada sistem pencernaan. Nikotin yang masuk ke dalam tubuh mampu meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan katup lambung. Akibatnya, risiko gangguan seperti iritasi lambung, penyakit maag, hingga refluks asam lambung dapat meningkat. Selain itu, merokok setelah makan juga dapat menghambat penyerapan nutrisi penting dari makanan yang baru dikonsumsi, sehingga tubuh tidak mendapatkan manfaat optimal dari asupan makanan.
Dalam jangka panjang, merokok sehabis makan juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit yang lebih serius. Kebiasaan ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, serta kanker, khususnya pada saluran pencernaan. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa merokok satu batang rokok setelah makan dapat memberikan dampak buruk yang lebih besar dibandingkan merokok di waktu lain.BACA JUGA:Kesalahan Umum Yang Tidak Disadari Saat Menggunakan Lotion
Bagi perokok yang ingin mengurangi kebiasaan ini, terdapat beberapa alternatif yang lebih sehat untuk dilakukan setelah makan. Aktivitas ringan seperti berjalan santai selama beberapa menit dapat membantu proses pencernaan sekaligus mengalihkan keinginan untuk merokok. Minum air putih atau teh hangat juga bisa memberikan efek relaksasi. Selain itu, mengunyah permen karet bebas gula atau melakukan teknik pernapasan dalam dapat membantu menekan dorongan untuk menyalakan rokok.
Pada akhirnya, merokok sehabis makan memang memberikan kenikmatan sesaat, tetapi dampak jangka panjangnya bisa sangat merugikan kesehatan. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan ini merupakan langkah sederhana namun bermakna untuk menjaga kualitas hidup. Mengganti rokok dengan aktivitas yang lebih positif setelah makan dapat menjadi awal perubahan menuju hidup yang lebih sehat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
