• Tidak digunakan untuk aktivitas penarikan atau pendorongan kendaraan
Aturan ini bertujuan menjaga fungsi bahu jalan tetap optimal sebagai area keselamatan.
- Berhenti di Bahu Jalan Harus Sesuai Prosedur
Pengemudi diperbolehkan menghentikan kendaraan di bahu jalan, namun hanya dalam kondisi darurat. Prosedur keselamatan wajib diterapkan untuk meminimalkan risiko, seperti:
• Memastikan kendaraan berhenti sepenuhnya di luar jalur utama
• Mengaktifkan lampu hazard sebagai sinyal peringatan
• Menghindari keluar kendaraan jika tidak mendesak
• Tetap waspada terhadap kendaraan lain dengan kecepatan tinggi
Langkah ini penting mengingat kecepatan kendaraan di jalan tol relatif tinggi dan risiko tabrakan cukup besar.
- Risiko Penyalahgunaan Bahu Jalan
Menggunakan bahu jalan sebagai jalur alternatif untuk mendahului kendaraan atau menghindari kemacetan merupakan pelanggaran serius.
Selain melanggar aturan, tindakan ini meningkatkan potensi kecelakaan karena tidak sesuai dengan ekspektasi pengemudi lain di jalur utama.
Pergerakan kendaraan dari bahu jalan ke jalur utama secara tiba-tiba juga berisiko memicu tabrakan, terutama pada kondisi lalu lintas padat.
- Bahaya Berhenti Terlalu Lama
Meskipun diperbolehkan dalam kondisi darurat, berhenti terlalu lama di bahu jalan juga memiliki risiko tinggi. Kendaraan yang diam dalam waktu lama berpotensi tertabrak, terutama pada malam hari atau saat visibilitas terbatas.
Jika kondisi sudah memungkinkan, pengemudi disarankan segera melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang lebih aman seperti rest area.