Peringatan! Miliaran HP Android Kini di Ujung Risiko, Serangan Siber 2026 Mengintai Diam-Diam

Selasa 07-04-2026,21:27 WIB
Reporter : MG - Fajar Arif Kurniawan
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Bayangkan ponsel yang setiap hari Anda genggam—menyimpan percakapan pribadi, data perbankan, hingga foto keluarga—ternyata menjadi “pintu terbuka” bagi peretas.

Inilah kenyataan yang diungkap dalam laporan terbaru lembaga keamanan global: lebih dari 1,5 miliar perangkat Android saat ini berada dalam kondisi sangat rentan terhadap serangan siber.

Bukan hanya ponsel murah. Bahkan perangkat flagship yang dulu dibanggakan pun kini ikut masuk zona bahaya—terutama yang telah berusia lebih dari tiga tahun dan tak lagi menerima pembaruan keamanan.

Tim peneliti dari Digital Security Initiative menemukan sejumlah celah berbahaya—seperti CVE-2024-4378 dan CVE-2025-0123—yang masih aktif dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Celah ini memungkinkan peretas masuk ke perangkat tanpa disadari pengguna.

Yang lebih mengkhawatirkan, serangan kini semakin canggih. Malware tidak lagi datang secara terang-terangan, melainkan menyamar sebagai aplikasi populer dari toko pihak ketiga. Dalam banyak kasus, pengguna bahkan tidak sadar telah “mengundang” ancaman ke dalam ponsel mereka sendiri.

Ironisnya, lebih dari 60% pengguna Android tidak mengetahui bahwa perangkat mereka sudah tidak lagi mendapatkan security patch rutin.

Begitu celah terbuka, dampaknya bisa sangat serius. Peretas dapat:

• Mengaktifkan kamera dan mikrofon tanpa izin

• Membaca pesan pribadi, termasuk WhatsApp

• Mengakses aplikasi perbankan dan menguras saldo

• Mencuri data penting tanpa jejak

Modus terbaru bahkan lebih mengerikan: serangan zero-click. Tanpa perlu klik apa pun, malware bisa langsung aktif hanya dari file gambar atau pesan yang masuk.

Perangkat yang sudah berhenti menerima pembaruan sejak 2023 ke bawah masuk dalam kategori paling rawan, Beberapa di antaranya:

• Samsung Galaxy Seri lama

• Xiaomi Redmi Note 8 series

Kategori :