Membicarakan keburukan orang lain atau menyebarkan gosip adalah perbuatan tercela dalam Islam, apalagi dilakukan di hari raya yang suci. Membahas masalah rumah tangga seseorang, gaya hidup tetangga, atau aib kerabat yang tidak hadir hanya akan mengundang dosa dan merusak suasana. Jika tidak ada hal baik yang bisa dibicarakan, lebih baik diam atau mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih positif.
5. Masalah Utang Piutang dan Materi
Momen Lebaran seharusnya menjadi ruang netral untuk mempererat tali persaudaraan, bukan untuk menagih utang atau membahas masalah keuangan yang rumit. Menyinggung soal pinjaman uang di depan banyak orang akan membuat suasana menjadi canggung dan memalukan bagi pihak yang berutang. Jika ada urusan keuangan yang perlu diselesaikan, carilah waktu dan tempat yang lebih privat, tidak di tengah acara silaturahmi keluarga besar.
Kesimpulan
Lisan adalah anugerah yang harus dijaga. Dengan menghindari lima topik sensitif di atas, kita turut menjaga kehangatan dan kekhidmatan silaturahmi Lebaran. Ingatlah bahwa esensi Idul Fitri adalah kembali ke fitrah, saling memaafkan, dan membangun hubungan yang lebih baik. Mari jadikan setiap pertemuan sebagai ladang pahala dan pengikat kasih sayang, bukan sebaliknya. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.(*)