Sambut Ramadan 1447 H, Pemprov Lampung dan Tokoh Adat Satukan Langkah dalam Tradisi Blangikhan

Rabu 18-02-2026,18:13 WIB
Reporter : Ardi Joe
Editor : Jefri Ardi

BACA JUGA:Pentingnya Menjaga Data Pribadi di Internet

Sementara itu, Ketua Umum MPAL Rycko Menoza SZP menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud harmonisasi adat dan agama. Ia bersyukur acara berlangsung lancar berkat dukungan berbagai pihak.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi tradisi budaya yang berjalan beriringan dengan nilai keagamaan. Semoga Lampung semakin dikenal dan semakin banyak dikunjungi,” ujarnya.

Kemeriahan Blangikhan juga dirasakan para pelaku UMKM yang turut meramaikan kegiatan dengan aneka kuliner khas Lampung. Kehadiran produk lokal menegaskan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menekankan bahwa Blangikhan adalah simbol doa keselamatan dan harapan masa depan yang lebih baik.

“Ini adalah warisan yang mengatur nilai kearifan lokal, etika, dan filosofi hidup masyarakat Lampung. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi muda,” katanya.

Acara ditutup dengan prosesi pemandian muli mekhanai yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung, Wakil Menteri Pariwisata, Ketua MPAL, dan Plt. Bupati Lampung Tengah. Dentingan kendi yang dipecahkan menandai dimulainya ritual Blangikhan—sebuah simbol bahwa Ramadan kian dekat, dan hati telah bersiap untuk kembali bersih.

Di tengah gemuruh zaman, Blangikhan menjadi pengingat bahwa identitas dan iman dapat berjalan beriringan—menyatukan adat, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan Lampung sebagai tanah yang kaya budaya sekaligus religius. (*)

Kategori :