Dari Ketahanan Pangan hingga SDM, Prabowo - Albanese Perluas Kerja Sama Strategis

Jumat 06-02-2026,19:32 WIB
Reporter : Ardi Joe
Editor : Jefri Ardi

JAKARTA, RADARTVNEWS.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kembali menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui kerja sama konkret di berbagai sektor prioritas. Komitmen ini tercermin dalam pembahasan mendalam yang mencakup pertanian, investasi, pendidikan, tenaga kerja terampil, hingga kerja sama kelautan.

Dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026, Presiden Prabowo menekankan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama kerja sama Indonesia dan Australia. Kedua negara sepakat memperluas kolaborasi guna mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

“Dalam pertemuan hari ini, saya dan Perdana Menteri Albanese membahas berbagai agenda prioritas bersama. Di bidang pertanian, saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung upaya Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan kita,” ujar Presiden Prabowo.

Selain pertanian, Presiden Prabowo juga membuka peluang lebih luas bagi Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Pada saat yang sama, Indonesia juga mendorong perusahaan nasional untuk mengambil peran aktif berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis di Australia, sebagai wujud hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

“Danantara siap bekerja sama dengan para mitra di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” kata Presiden.

Kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia turut menjadi perhatian kedua pemimpin. Presiden Prabowo menyampaikan pentingnya penguatan program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi guru serta tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas dan sekolah-sekolah baru di Indonesia. Ia juga mengapresiasi kontribusi Australia melalui program Australia Awards Garuda Scholarship yang selama ini berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

BACA JUGA:Indonesia- Australia Perkuat Poros Keamanan Indo-Pasifik Lewat Traktat Bersama

BACA JUGA:Lampung Hampir 100 Persen Teraliri Listrik, Tantangan dan Ambisi Menuju Energi Bersih

Dalam konteks tenaga kerja terampil, Presiden Prabowo mengusulkan perluasan mutual recognition agreements untuk sertifikasi profesi. Langkah ini dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi para profesional Indonesia untuk berkontribusi pada perekonomian Australia, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di negara tersebut.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan siap membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia. Untuk itu, saya mengusulkan perluasan mutual recognition agreements bagi sertifikasi profesi, sehingga para profesional Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian Australia,” jelas Presiden.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo mengundang PM Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit di Bali pada Juni mendatang. Forum tersebut diharapkan dapat mendorong capaian nyata kerja sama kelautan sekaligus menegaskan laut sebagai kepentingan bersama Indonesia dan Australia.

Sementara itu, PM Anthony Albanese menyampaikan bahwa Australia dan Indonesia telah menyepakati nota kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Danantara. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kerja sama dan pertukaran informasi antarlembaga, sekaligus mengidentifikasi peluang peningkatan investasi dua arah.

“Kesepakatan ini akan membantu mengidentifikasi peluang peningkatan investasi dua arah antara negara kita, serta memperkuat keamanan dan ketahanan ekonomi bersama,” ujar PM Albanese.

Mengakhiri pernyataannya, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas diskusi yang konstruktif serta sambutan hangat dari Presiden Prabowo. Ia menyatakan keyakinannya bahwa hubungan Indonesia dan Australia akan terus tumbuh semakin kuat.

“Kita akan terus bekerja sama sebagai tetangga, dan yang lebih penting, sebagai sahabat, untuk membangun kawasan yang damai, stabil, dan makmur,” tutup PM Albanese. (*)

Kategori :