Bau Amis Perebutan Kursi Basah di Ladang Sampah

Sabtu 24-01-2026,20:08 WIB
Reporter : Syamsudin

Opini oleh : Syamsudin

“Pak… Bu… mampir… ini ada ikan Tanjan, Gabus, Seluang, Kembung Soto!”

Teriakan Pak Ngok, seorang pedagang ikan di Pasar Ruwet, Desa Mumet, Kecamatan Semraut, Kabupaten Ribet, bersahut-sahutan dengan hiruk-pikuk pasar yang riuh dan semrawut.

Di tengah keramaian itu, seorang pria setengah baya mengenakan topi caping mendekati lapak Pak Ngok.

“Pak,” sapa pria bercaping itu, “ikan baung ada?”

“Ada, Mas. Masih segar-segar,” jawab Pak Ngok sambil membolak-balik ikan dagangannya.

“Sekilonya berapa, Pak?”

“Enam puluh ribu, Mas.”

“Ya sudah, saya ambil sekilo.”

Pak Ngok membuka tutup bak berisi ikan baung, menimbangnya dengan cekatan, lalu meletakkannya di atas papan kayu tebal.

“Oh iya, Mas, mau dipotong berapa?” tanyanya.

“Dipoton tiga saja, Pak.”

Saat Pak Ngok bersiap memotong ikan, pria bercaping itu mengernyitkan hidung.

“Pak, kok ikan ini baunya amis sekali, ya?”

Pak Ngok tersenyum kecil.

Tags :
Kategori :

Terkait