Cerpen oleh : Syamsudin
Angan-angan itu kerap muncul,
menyelinap di benak imajinasiku yang hampa.
Ia hadir bukan karena cermin yang melekat di dinding kamar,
melainkan dari bisikan nurani
yang berselimutkan mimpi-mimpi hidupku.
Kisah ini bermula dari birunya langit
yang membentang jauh di atas sana—
seindah harap, sejauh angan.
Parasnya ayu bak bulan purnama.
Tatapannya lembut, selembut sutra Mulberry.
Senyumnya menawan, semanis madu sari bunga monofloral.
Suaranya merdu,