PM Anwar Ibrahim Murka, Desak Israel Segera Bebaskan 23 Aktivis Malaysia di Global Sumud Flotilla

Jumat 03-10-2025,19:31 WIB
Reporter : MG-Ratu Adzkia Nabila Bernatta
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras tindakan Israel yang menahan relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Ia menyebut sebanyak 23 warga negara Malaysia ikut ditahan, dan sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai kondisi mereka di tangan otoritas Israel.

Sebagai bentuk respon, Anwar langsung menghubungi sejumlah pemimpin dunia untuk mencari dukungan internasional. Pemimpin yang dihubungi antara lain Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, serta Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

“Hingga sore ini, saya telah berdiskusi langsung dengan Perdana Menteri Qatar, Presiden Turki, dan Presiden Mesir untuk mendapatkan dukungan mereka dalam menuntut pembebasan segera para relawan dan aktivis Malaysia yang ditahan secara tidak adil,” kata Anwar Ibrahim dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Jumat (3/10/2025).

Selain itu, Anwar menyebutkan pemerintah Malaysia bersama tim terus menjalin komunikasi erat dengan mitra internasional lainnya. Salah satunya termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, yang didesak agar segera melakukan intervensi nyata dan tanpa penundaan lebih lanjut.

“Saya tegaskan kembali, dengan sekeras-kerasnya, bahwa kekejaman dan tindakan agresi yang dilakukan oleh rezim Israel harus segera dihentikan,” ujar Anwar. Ia menegaskan bahwa aksi Israel terhadap misi kemanusiaan merupakan pelanggaran yang tidak bisa ditoleransi.

BACA JUGA:Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla Dihadang Israel Hingga Aktivis Dunia Ditahan

Malaysia menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat seluruh relawan yang kini ditahan. Anwar juga meminta agar jalur penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza dibuka penuh, sehingga kebutuhan rakyat Palestina dapat terpenuhi dengan cepat dan tanpa hambatan apa pun.

Di Kuala Lumpur, ratusan orang turun ke jalan dan menggelar unjuk rasa di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat. Massa menuntut agar pemerintah AS menggunakan pengaruhnya terhadap Israel untuk segera membebaskan relawan Global Sumud Flotilla serta membuka akses bantuan ke Gaza.

Aksi tersebut menjadi yang kedua kalinya digelar dalam dua hari terakhir. Sehari sebelumnya, Kamis (2/10), massa juga melakukan demonstrasi serupa. Para pengunjuk rasa memusatkan aksinya di sekitar Masjid Tabung Haji, Jalan Tun Razak, sebelum bergerak menuju Kedubes AS dengan pengawalan polisi.

Dalam rangkaian aksi, ribuan jamaah pria lebih dahulu melaksanakan shalat Jumat dan shalat hajat untuk Palestina. Setelah itu, mereka berjalan bersama menuju depan Kedutaan Besar AS dengan penjagaan ketat dari Polisi Diraja Malaysia, dan massa hanya diperbolehkan berorasi di sekitar lokasi.

Para demonstran menegaskan pentingnya solidaritas tanpa memandang perbedaan politik, ras, maupun agama. “Dalam masalah Gaza, kita semua harus mengesampingkan perbedaan politik, ras, atau agama, karena ini menyangkut keadilan dan kemanusiaan. Atas dasar itu, semua pihak harus bersatu mendukung setiap upaya, termasuk yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia,” kata Kamil, salah satu tokoh aksi.

Anwar Ibrahim pun menegaskan kembali bahwa Malaysia tidak akan tinggal diam menghadapi penahanan relawan Global Sumud Flotilla. Ia menyebut pemerintah akan terus meningkatkan tekanan diplomatik, hingga 23 warga negara Malaysia yang ditahan Israel dapat segera dibebaskan tanpa syarat.

BACA JUGA:Kapal Global Sumud Flotilla Diserang Drone Israel Saat Menuju Gaza

Kategori :