RADARTVNEWS.COM– Pemerintah melalui Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) mengkaji kebijakan verifikasi akun media sosial berbasis biometrik seperti pengenalan wajah dan sidik jari.
Tujuannya untuk menciptakan ruang digital yang lebih transparan dan aman, sekaligus meminimalisasi penyebaran konten berbahaya dari akun anonim. Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menyampaikan bahwa setiap pengguna akan memiliki satu identitas digital, sehingga setiap akun media sosial harus bisa dilacak kembali kepada satu orang yang nyata. Hal ini meliputi penggunaan data biometrik sebagai salah satu mekanisme verifikasi. Ismail menegaskan bahwa inisiatif ini bukan bertujuan membatasi kebebasan berekspresi. Melainkan untuk menjamin setiap pengguna mengemban tanggung jawab atas setiap konten yang dibuat atau dibagikan, serta mengurangi potensi penipuan atau akun palsu yang disalahgunakan. Pendukung kebijakan menilai ini solusi efektif menekan anonimitas berbahaya dan memperbaiki akuntabilitas. Namun kritik mengingatkan bahwa verifikasi biometrik menuntut regulasi ketat, pengawasan terbuka, serta jaminan privasi dan keamanan. Jika tidak, risiko seperti pelanggaran hak data dan diskriminasi digital bisa muncul. BACA JUGA:Prediksi Jadwal Rekrutmen CPNS 2026: Kapan Dibuka? Hingga kini kebijakan masih dalam tahap kajian awal. Pemerintah belum menetapkan apakah biometrik akan menjadi pilihan wajib atau opsional. Diskusi soal regulasi teknis dan prosedur pemrosesan identitas digital akan melibatkan sektor publik, pembuat kebijakan, dan platform digital seperti Meta, Google, TikTok, dan lainnya. Dengan terobosan biometrik ini menandai langkah pemerintah dalam upaya menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab. Meski menjanjikan aspek akuntabilitas baru, realisasinya harus berjalan seiring dengan perlindungan hak privasi warga negara. Proses kebijakan ke depan sangat penting untuk menentukan apakah ide ini akan menjadi praktik yang proporsional dan etis di era digital Indonesia.Komdigi Kaji Aktivasi Akun Medsos Bisa Pakai Scan Wajah dan Sidik Jari
Senin 22-09-2025,19:22 WIB
Reporter : MG Alfi Sahrin
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Kamis 09-04-2026,12:36 WIB
Salah Label Umur di Steam Picu Polemik, Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia Klarifikasi Peran
Selasa 07-04-2026,16:45 WIB
Kontroversi IGRS, Lembaga Rating Video Game yang Penilaiannya Tidak Akurat
Rabu 10-12-2025,21:56 WIB
Beluga di Akuarium Tiongkok Semburkan Air ke Pria yang Merokok, Ternyata Bagian dari Rekaman Edukasi
Rabu 10-12-2025,21:47 WIB
Paramount Skydance Tawarkan Rp 1.810 Triliun untuk Akuisisi Warner Bros, Salip Penawaran Netflix
Jumat 05-12-2025,17:47 WIB
Malaysia Resmi Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Dimulai 30 Desember 2025
Terpopuler
Jumat 17-04-2026,19:09 WIB
5 Dampak Negatif Judi Online bagi Pelaku dan Lingkungan Sekitar
Jumat 17-04-2026,16:17 WIB
"Edinburgh is on Everyone’s Wishlist", Apa yang Membuat Kota Ini Begitu Istimewa?
Jumat 17-04-2026,13:55 WIB
Bensin vs Diesel: Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Mobil Anda?
Jumat 17-04-2026,11:36 WIB
Analisis DNA Membantu Mendeteksi Risiko Penyakit Kronis Sejak Dini
Jumat 17-04-2026,13:43 WIB
Bayaran Fantastis Coachella, Justin Bieber Jadi yang Termahal Sepanjang Sejarah
Terkini
Jumat 17-04-2026,20:04 WIB
Remontada Lagi, Sidibe Pahlawan Kemenangan Bhayangkara FC Bungkam PSIM 2-1
Jumat 17-04-2026,19:09 WIB
5 Dampak Negatif Judi Online bagi Pelaku dan Lingkungan Sekitar
Jumat 17-04-2026,19:05 WIB
Kursor Bergerak Sendiri, Tanda Mouse Mulai Bermasalah
Jumat 17-04-2026,19:05 WIB
Charger Tidak Standar, Ancaman bagi Ponsel Anda
Jumat 17-04-2026,19:05 WIB